Selasa, Desember 22, 2009

ATLANTIS The Lost Continent Finally Found ( Indonesia )



Sebelum berangkat melakukan aktifitas pekerjaan dikantor, kebetulan tadi pagi ( 22 december 2009 ) melihat perbincangan di televisi TVone yang sangat seru dan menarik.
Dalam acara tersebut "Apa Kabar Indonesia Pagi" mengangkat sebuah topik "Atlantis - The Lost Continent Finally Found".
Topik tersebut diangkat dari sebuah buku karya Profesor "Arysio Nunes dos Santos".

Profesor Santos yang ahli Fisika Nuklir ini menyatakan bahwa Atlantis tidak pernah ditemukan karena dicari di tempat yang salah.
Lokasi yang benar secara menyakinkan adalah Indonesia , katanya. Dia mengatakan bahwa dia sudah meneliti kemungkinan lokasi Atlantis selama 29 tahun terakhir ini.
Ilmu yang digunakan Santos dalam menelusur lokasi Atlantis ini adalah ilmu Geologi, Astronomi, Paleontologi, Archeologi, Linguistik, Ethnologi, dan Comparative Mythology.

Ternyata kota ATLANTIS itu terletak di INDONESIA....!!

Atlantis memang sebuah kota dan peradapan yang telah hilang yang paling terkenal dan paling diburu sepanjang sejarah. Cerita Plato mengenai Atlantis sebagai sebuah kota yang hilang ke dasar laut, hingga kini rupanya tetap menjadi cerita yang menarik untuk diselidiki. Seiring dengan kemajuan teknologi, banyak orang yang mulai berlomba-lomba menguak misteri hilangnya Atlantis yang diperkirakan tenggelam ke dasar laut akibat letusan gunung dan gempa bumi di Samudera Atlantik. Mulai dari penerapan teknologi sonar hingga satelit pun dilibatkan dalam pencarian sisa kota Atlantis yang disebut Plato sebagai kota dengan kebudayaan tinggi dari masa lalu ini.
Banyak ilmuwan melakukan penelitian mengenai Atlantis, pencarian dilakukan di samudera Atlantik, Laut Tengah, perairan Karibia, bahkan Kutub Utara, tetapi tidak pernah ditemukan karena menurut Santos mereka mencari ditempat yang salah.

Pernahkah terbetik dalam pikiran Anda bahwa negeri yang Anda diami saat ini sangat mungkin dulunya sebuah kekaisaran dunia yang menjadi sumber segala peradaban besar: Atlantis? Surga yang disebut-sebut oleh berbagai Tradisi Suci dunia? Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun dan menemukan bukti-bukti yang meyakinkan, Prof. Arysio Santos, Ph.D. memastikan kepada dunia bahwa situs Atlantis adalah Indonesia. Ciri-ciri Atlantis yang dicatat Plato dalam dua dialognya berjudul Timaeus dan Critias, secara mengejutkan, sangat cocok dengan kondisi geografis Indonesia.

Atlantis adalah negeri tropis berlimpah mineral dan kekayaan hayati. Namun kemudian, segala kemewahan itu lenyap, tersapu bencana mahabesar yang memisahkan Jawa dari Sumatra, menenggelamkan lebih dari separuh wilayah Nusantara. Gunung Berapi Krakatau menjadi sumber bencana global tersebut (diperkirakan terjadi 11.600 tahun yang lalu). Ia meletus, menimbulkan rentetan gempa dan tsunami mahadahsyat, seratus kali lebih besar dari bencana Aceh 2004.

Bahwa Indonesia adala wilayah yang dianggap sebagai ahli waris dari benua Atlantis yang pada masanya merupakan pusat peradaban dunia, tentu kita harus bersyukur. Hal tersebut harus bisa memotivasi kita agar tidak lagi merasa rendah diri dalam pergaulan di dunia internasional. Namun di sisi lain, sebagai daerah yang sangat rawan bencana, kita juga harus waspada dan belajar dari apa yang telah terjadi pada Atlantis. Kita harus bisa memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengatasi hal tersebut.


Read More / Selanjutnya....

Jumat, November 13, 2009

Menjadi Orang Tua



Menjadi orangtua atau parenting adalah sebuah profesi yang tidak ada sekolahnya. Sementara itu, menjadi orangtua adalah sebuah pekerjaan yang sangat berat; mempersiapkan anak untuk kelak bermasyarkat dan membesarkannya untuk menjadi individu yang bertanggungjawab.

Menurut ahli ilmu konseling keluarga keluarga dari Johnson Institute Minneapolis, Amerika Serikat, David J.Wilmes (1995), orangtua perlu sensitif dalam mengambil peran yang tepat dalam kehidupan anak dan harus sepakat dalam mendidik. Hindari “mixed messages” sehingga anak bingung siapa yang harus dituruti, kata mama atau kata papa?

Ada beberapa tahapan parenting menurut wilmes yang dia sebut sebagai “job description” atau deskripsi tugas sebagai orangtua. Tahapan ini berbicara tentang peran orangtua yang perlu disesuaikan pada setiap tingkat kehidupan anak.

Level I : From Control to Freedom
Dari memegang kendali : memberikan kebebasan

Level II : From Freedom to Responsibility
Memberikan kebebasan : menekankan tanggung jawab

Pada Level I, diperlukan kejelian orangtua untuk ‘mengambil kendali’ atau ‘membiarkan anak memilih’. Batasan itu memerlukan kesediaan dan kerelaan orangtua untuk ‘melepas’ anak untuk bersikap. Karena hal itu berarti orangtua harus siap dengan kenyataan bahwa mereka tidak lagi berkuasa penuh atas hidup anak mereka. Pada saat anak bertumbuh, ketika mereka telah dapat lebih mandiri, orangtua seakan-akan kehilangan ‘kuasa’ atas anak mereka. Inilah konsekuensi pendidikan.

Pendidikan membuat seorang individu dapat mempunyai pendapat dan pendirian. Hal itulah yang menjadi dasar mereka dalam mengambil keputusan secara dewasa. Orangtua harus dapat menerima saat anaknya mulai mempertanyakan pendapat orangtua atau ‘melawan’ kehendak orangtuanya.
Hanya dengan kebijaksanaan maka orangtua harus tahu kapan akan mengambil kendali atau membiarkan anak untuk tumbuh dengan memiliki rasa aman dan kemerdekaan sejati sebagai individu. Orangtua harus memfasilitasi proses ini sehingga kebebasan atau kemerdekaan yang dimiliki anak untuk bersikap dan berpikir ini tertuju kepada kebebasan yang bertanggungjawab.

Pada Level II, dalam memfasilitasi kebebasan yang bertanggung jawab orangtua wajib melatih anak membuat pilihan-pilihan dalam hidupnya. Mulai dari hal yang sederhana sampai hal-hal yang lebih besar. Di saat mereka kecil, anak dapat dibiasakan untuk memilih permen yang dia mau atau baju apa yang dia ingin kenakan. Di saat remaja, biarkan mereka memilih untuk mengikuti ekskul bola atau piano. Jika orangtua tidak memberikan kesempatan kepada anak untuk mengambil keputusan sejak dini, hal ini dapat mengakibatkan ketidakmampuan anak untuk bertumbuh dan mengerti arti tanggung jawab atas pilihan-pilihan yang mereka ambil.

Bagi anak, biarkan mereka belajar dalam kebebasan mereka memilih; mereka mungkin membuat pilihan yang salah. Akibatnya, hal ini mendapatkan konsekuensi. Ajarilah anak, jika mereka berani membuat pilihan tertentu berarti mereka harus berani pula menerima konsekuensinya. Siapa teman yang dipilih, atau apakah narkoba perlu dicoba adalah hal-hal di mana mereka harus selalu memilih.

Kekompakan orangtua sangat penting. Selain anak menjadi tidak bingung dengan ‘gaya orangtua’ yang berbeda, pendapat atau cara tunggal ayah ibu dalam mendidik anak akan membuat anak tumbuh dengan mantap dalam lingkungan yang ‘aman’;aman karena konsisten dan konsistensi ini berarti sikap orangtua menjadi dapat diperhitungkan oleh anak.

Sumber: Buku Raising Drug-free Children oleh Veronica Colondam
Read More / Selanjutnya....

Mengenali Emosi Anak



Sebagai orang tua, kita perlu memperhatikan kondisi emosi anak. Membantu mereka mengenali emosi atau perasaan yang mereka mengenali emosi atau perasaan yang mereka rasakan pada saat-saat tertentu dalam hidup mereka yang membantu untuk memproses emosi mereka menuju kematangan emosi.

Dalam menghadapi anak, orangtua diperhadapkan empat jenis kondisi emosi seperti moody, marah, kesedihan dan stress (untuk stress akan dibahas pada artikel selanjutnya).

Meregulasi mood anak

Remaja dikenal dengan masa mood swing yang sulit diprediksi. David Wilmes (1995) nengkategorikan empat macam mood yang cukup konsisten yang dialami remaja yakni H.A.L.T (Hungry,Angry,Lonely,Tired). Keempat hal ini adalah indicator untuk menjelaskan ketidaknyaman atau rasa aneh yang terjadi dalam diri anak. Oleh karena itu, anak perlu diajar berwaspada terhadap hal tersebut dan bagaimana bersikap untuk mengatasinya.

Hungry. “Sudah makan koq lapar terus."

Angry. “Lagi sebel aja, padahal ga ada yang ganggu.”

Lonely. “Suka kesepian walau banyak orang di sekelilingku.”

Tired. “Kenapa sering lelah padahal sudah cukup tidur.”

Strategi untuk mempertahankan mood baik pada anak adalah :

* Jauhi makanan fast food dan junk food. Anak perlu nutrisi yang baik untuk pertumbuhan. Kebanyakan junk food secara kedokteran dapat menimbulkan bosan dan depresi. Nutrisi yang seimbang dan variasi makanan dapat mendatangkan mood yang baik.
* Cukup tidur. Remaja yang tidak mendapat waktu tidur yang cukup karena bekerja atau sekadar menonton TV membawa akibat negative terhadap perasaan di hari berikutnya. Riset yang dikutip dalam buku Parenting for Prevention yang ditulis David Wilmes tahun 1995 menemukan remaja perlu 8-9 jam tidur setiap malam untuk “berfungsi” dengan baik. Pertahankan jam rutin tidur sesuai umur anak: anak SD tidur antara jam 8-8.30; SMP jam 8.30-9 dan SMU jam 9-10 malam.
* Beraktifitas fisik dan berolahraga. Melakukan aktifitas yang fun sebaiknya dilakukan secara rutin. Biarkan anak memilih jenis olahraga atau kegiatan yang menyenangkan dia. Hal ini akan sangat membantu untuk membangun mood baik. Jauhkan dari aktifitas pasif seperti main game, nonton TV atau sekedar duduk di depan computer/internet.
* Ajar anak untuk membicarakan perasaan yang tidak nyaman yang mereka rasakan dan sampaikan kepada anak anda bahwa jika mereka tidak nyaman maka seisi rumah juga merasa tidak nyaman.

Strategi untuk mengontrol amarah anak.

Amarah sebenarnya memiliki potensi membangun karena rasa marah dapat memberi kita energi untuk memecahkan masalah-masalah dan memuaskan kebutuhan kita. Meskipun demikian, ada perbedaan besar antara memuaskan kebutuhan dengan ekspresi marah yang destruktif yang dilakukan dengan cara yang tidak pantas. Hanya karena anda ‘membutuhkan’ krayon biru tidak membuatnya memiliki alas an untuk memukul teman sekelasnya yang tidak mengembalikan krayon itu pada tempatnya. Sebagai orang tua, anda bertanggungjawab mengajar anak anda bahwa marah itu diperbolehkan, namun tidak berlaku untuk bertingkah laku kasar. Berikut saran dari Pat Huggins, instruktur klinik dalam Graduate School of Counseling di Universitas of Washington di tahun 1993 yang akan menolong dalam membantu anak mengontrol amarahnya.

* Trik Kura – Kura

Ketika anak anda kesal, biarkan dia mencoba melakukan trik kura-kura, (anda dapat melatihnya saat dia sedang tidak dalam kondisi marah). Tuntun anak anda untuk memikirkan waktu atau berikan contoh situasi saat dia marah. Biarkan itu mengingat perasaan yang muncul saat emosi-emosi itu muncul. Jelaskan padanya, bahwa daripada ia memukul atau memanggil nama seseorang, dia dapat berpua-pura menjadi kura-kura. Saat seekor kura-kura takut atau marah, ia bersembunyi dalam tempurungnya, tempat ia merasa aman. Tempurung itu memberikan kesempatan kepada kura-kura untuk menenangkan dirinya karena itu melindunginya dari pihak luar. Jika anak anda masuk ke dalam ‘tempurung’ itu akan melindunginya karena ia tidak akan mendapat kesulitan akibat memukul teman bermainnya. Hal ini secara umum terebukti efektif diterapkan pada anak-anak di sekolah dasar yang gemar melakukan permainan ‘berpura-pura’ meskipun membutuhkan waktu beberapa saat sebelum mereka dapat fasih memainkannya.
Read More / Selanjutnya....

Rabu, November 04, 2009

Membekali Anak dengan Keterampilan Hidup



Keterampilan hidup adalah keterampilan yang dibutuhkan setiap anak untuk survive dalam pergaulan dan hidupnya. Keterampilan ini dapat membantu mereka untuk dapat memilih hal yang tepat dan menghindar dari situasi yang mungkin dapat menjatuhkan mereka; termasuk memperkuat pertahanan dan ketahanan mental anak yang membuat mereka resistan (terhadap tawaran narkoba) dan resilient (berkemampuan untuk bertahan) dalam menghadapi masalah hidup.

Untuk menjadi orangtua yang efektif di era kini, Anda perlu memasukan aspek pengajaran life skills atau yang dikenal dengan istilah ‘keterampilan hidup’ kepada anak. Yang termasuk di dalam keterampilan hidup ini saya bagi dalam tiga bagian besar, yaitu:

- Self-Improvement Skills: Keterampilan yang membangun diri anak (self-esteem, managing feeling/emotions, coping skills, decision making skills)

- Relational Skills : Keterampilan yang membangun hubungan antara anak dengan lingkungannya (assertion, handling conflict, building positive relationships)

- Lifelong Skills : Keterampilan yang membangun hidup dan masa depan anak yang bertujuan dan bermakna (goal setting, identifying talents/intelligence, the art to live meaningfully).

David Wilmes dalam bukunya Parenting for Prevention (1995) menyebutkan beberapa metode untuk mengajarkan anak berbagai keterampilan hidup:

- Modeling adalah sangat penting bagi orangtua untuk menjadi teladan bagi anaknya. Sejak kecil anak memimik apa dan cara orang-tuanya hidup. Perkataan dan perbuatan jelas akan lebih ‘berbicara’ dibanding hanya memberikan nasihat. Bagaimana orangtua mengamalkan keterampilan hidup yang dimilikinya membuat anak belajar dari apa yang dilihatnya dan bukan apa yang dedengarnya saja.

- Reinforcement adalah sebuah dorongan yang diberikan orangtua kepada anak saat si anak kedapatan melakukan hal yang baik, yang sesuai dengan harapan anda. Anda dapat memebrikan dorongan secara verbal (“Nak, kami bangga dengan kamu. Kamu bertanggungjawab dan melakukan semua pekerjaanmu dengan baik tanpa disuruh.”) atau nonverbal (memberikan acungan jempol, peluk atau sentuhan). Menurut Wilmes, “menangkap anak di saat berkelakuan baik” dan memberi mereka dorongan dan pujian adalah salah satu metode pengajaran yang sangat berpengaruh dalam perkembangan si anak.

- Consistency apa yang anda ajarkan, bagaimana anda hidup, bagaimana anda bereaksi terhadap perbuatan anak dan peraturan yang telah disepakati adalah hal-hal yang orangtua harus lakukan secara konsisten. Jika tidak, hal ini akan membingungkan anak dan mengurangi rasa amannya.

- Practice. Practice.Practice Beberapa ahli pendidikan mengatakan life skills perlu dipelajari dan dilatih dalam suasana yang berisiko rendah (dalam suasana rumah/keluarga) dalam rangka mempersiapkan anak untuk mempraktikkannya di lingkungan mereka yang sebenarnya, seperti di sekolah dan dalam lingkungan pergaulannya. Uji coba life skills dalam “lab rumah” ini dapat meningkatkan kepercayaan diri anak dan mempertajam keterampilan mereka ini untuk menghadapi situasi yang sebenarnya di luar.

- Make rooms for mistake Sama seperti belajar naik sepeda, jatuh adalah hal yang lumrah.Pastikan anak anda merasa aman untuk berbuat kesalahan. Kesalahan ini sebenarnya dapat diminimalkan melalui latihan-latihan di atas. Jika anak melakukan kesalahan, upayakan kita tidak langsung’menerkam’mereka karena ini akan membuat mereka takut. Pada saat mereka takut, mungkin kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan tersebut bisa hilang sama sekali dan bisa jadi mereka akan menjadi ekstrem. Sampai mereka dapat misalnya membuat keputusan atas dasar pertimbangan yang baik, orangtua diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan sebagai pembimbing di saat anak membutuhkan nasihat.

- Patience Tidak ada kata lain yang tepat untuk orangtua dalam hal mendidik anak. Kesabaran merupakan kunci utamanya walau sering kali sangat sulit untuk dilakukan. Wilmes menganalogika kesabaran seperti otot, semakin dilatih, semakin kuat.

sumber : Veronica Colondam & Pelangi


Read More / Selanjutnya....

Sabtu, Oktober 10, 2009

Curi Hati Pasangan Anda

Curi Hati
Kesibukan kerja yang padat menjadikan waktu berkualitas yang harus tetap terjaga antara Anda dan pasangan berkurang, bahkan tak ada sama sekali. Jika sudah demikian, tegangan tinggi pun akan mewarnai kehidupan sehari-hari dalam suatu hubungan yang terjalin. Bahkan rumah pun jadi tempat beradu argumen.

Hasilnya? Tentu hubungan Anda akan berjalan tak harmonis. Nah, berikut ini sejumlah tips yang bisa Anda lakukan dalam melakukan aksi mencuri waktu si dia:

1. CARI TAHU JADWALNYA
Terkadang, jika sibuk Anda tak peduli lagi terhadap jadwal keseharian yang dimiliki pasangan. Kenali dan hafalkan kegiatan pasangan setiap harinya. Sandingkan dengan jadwal Anda. Lalu, cobalah mencari kegiatan yang sama, misalnya olahraga bersama atau bertemu klien di mal atau kafe yang sama sambil makan siang, sehingga Anda bisa tetap hangat bertemu dengannya. Buatlah janji-janji kecil dengannya di tengah kesibukan Anda untuk bersua di luar kantor.

2. "JUST ONLY BOTH OF YOU", Dating Berdua.
Buatlah jadwal sesekali untuk meluangkan kegiatan berdua, seperti makan malam bersama di rumah, masaklah makanan spesial kesukaannya. Bila ingin meringkas waktu lagi, bertemulah untuk makan malam berdua sepulang kantor atau di tengah aktivitas, di sebuah restoran yang penuh kenangan bagi Anda berdua.

3. CUTI BERSAMA
Buatlah cuti bersama di suatu waktu. Aturlah jadwal yang cocok bagi Anda berdua. Tak perlu cuti terlalu lama, cukup luangkan 1-2 hari saja untuk melepas stres. Jika bisa cuti lebih lama, memang akan lebih baik untuk Anda berdua. Cari tempat yang romantis bagi anda berdua.

4. NGOPI YUK!
Pekerjaan yang menumpuk dan urusan klien yang belum beres hingga malam hari sering membuat Anda kehilangan waktu untuk diri sendiri. Maksimalkan waktu untuk bisa bertemu dengannya di kafe-kafe atau tempat ngopi. Gunakan untuk saling bercerita kisah sepanjang hari itu secara ringan. Jangan sesekali membicarakan masalah berat di saat-saat seperti ini karena dapat merusak suasana dan mood santai yang terbangun di antara Anda berdua.

5. SEMOBIL BERDUA atau SEMOTOR
Bila kebetulan jarak antara kantor Anda dan si dia berdekatan atau searah, mengapa Anda tak memanfaatkan waktu berangkat ke kantor bersama-sama, begitu juga sepulang dari kantor?
Gunakan kesempatan ini untuk berbincang-bincang sejenak mengenai hal-hal yang ringan. Ciptakan suasana santai dan menyegarkan melalui topik-topik menarik dari pembicaraan Anda.
Dan dengan semotor atau berboncengan akan lebih erat terjalinnya emosional anda dengan berpegangan erat di lingkar pingang pasangan anda dari pasangan si pengemudi tersebut.

6. CHATTING
Gunakan sebentar waktu makan siang Anda untuk ngobrol bersama pasangan dengan menggunakan sarana chatting di internet. Cukup 5-10 menit, lalu lanjutkan aktivitas makan siang Anda bersama klien atau rekan kerja.
Nah, sudah siapkah Anda menjadi "pencuri" hati yang ulung? Selamat mencoba!



Sumber:kompas


Read More / Selanjutnya....

Jumat, Oktober 02, 2009

Sejarah Batik ( Indonesia Batik History )





Batik berasal dari bahasa Jawa "amBa" yang berarti menulis dan "niTik". Kata batik sendiri meruju pada teknik pembuatan corak - menggunakan canting atau cap - dan pencelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna corak "malam" (wax) yang diaplikasikan di atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna. Dalam bahasa Inggris teknik ini dikenal dengan istilah wax-resist dyeing. Jadi kain batik adalah kain yang memiliki ragam hias atau corak yang dibuat dengan canting dan cap dengan menggunakan malam sebagai bahan perintang warna.
Secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII (abad 17) yang di tulis pada daun lontar, yaitu dari corak corak lukisan binatang dan tanaman.
Kemudian lambat laun beralih kemotif abstrak yang menyerupai awan, relief candi,wayang beber dan sebagainya. Teknik ini hanya bisa diterapkan di atas bahan yang terbuat dari serat alami seperti katun, sutra, wol dan tidak bisa diterapkan di atas kain dengan serat buatan (polyester). Kain yang pembuatan corak dan pewarnaannya tidak menggunakan teknik ini dikenal dengan kain bercorak batik - biasanya dibuat dalam skala industri dengan teknik cetak (print) - bukan kain
batik.

Sejarah pembatikan di Indonesian sejalan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya.
Dalam perkembangannya batik banyak dilakukan pada masa masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.

Foto berikut saat aku berada di Yogyakarta dan mengetahui cara proses pembatikan itu sendiri secara langsung.
Kesenian batik merup
akan kesenian gambar di atas kain untuk pakaian merupakan salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia pada masa lalu. Batik dikenakan bagi keluarga raja di dalam keraton serta para pengikutnya.
Oleh karena banyaknya pengikut kerajaan yang dari luar keraton, maka kesenian batik ini terbawa sampai keluar keraton kerajaan dan di buat tempatnya masing-masing.

Bahan pewarna yang digunakan di peroleh dari hasil tumbuh-tumbuhan asli Indonesia, antara lain pohon mengkudu, pohon tinggi, pohon soga, pohon nila. dan sodanya dibuat dari soda abu, garamgnya dari tanah lumpur.

Batik tersebut dikerjakan dengan tangan atau meulis pada kain sampai awal abad ke XX (abad 20). Kemudian setelah selesai perang dunia I sekitar tahun 1920 dikenal batik Cap (stamp).
Saat ini batik bisa ditemukan di banyak negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka, dan Iran. Selain di Asia, batik juga sangat populer di beberapa negara di benua Afrika. Walaupun demikian, batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia, terutama dari Jawa.

Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.

UNESCO menunjuk batik Indonesia sebagai mahakarya warisan budaya manusia pada 2 Oktober 2009.

Pengukuhan batik Indonesia oleh UNESCO dilakukan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Hal ini telah ditegaskan oleh Menteri Ad-Interim Kebudayaan dan Pariwisata, Mohammad Nuh yang ditemui di Departemen Kominfo, Rabu (30/9/2009) lalu.

Soal batik yang menjadi hak milik resmi Indoensia ini, negeri Jiran yang juga mengklaim batik, Malaysia sebenarnya tidak tinggal diam. Mendengar UNESCO akan mengukuhkan batik sebagai warisan budaya Indonesia, Wakil PM Malaysia, Tan Sri Muhyiddin Yassin menyatakan pihaknya akan mempelajari keputusan UNESCO tersebut. Namun hingga detik ini belum diketahui apakah niat Malaysia tersebut berhasil.

Proses pengukuhan batik Indonesia cukup panjang. Berawal pada 3 September 2008 yang kemudian diterima secara resmi oleh UNESCO pada tanggal 9 Januari 2009. Tahap selanjutnya adalah pengujian tertutup oleh UNESCO di Paris pada tanggal 11 hingga 14 Mei 2009.

Delegasi Malaysia menjadi saksi di antara 114 negara itu. Negara yang beberapa kali mengklaim budaya Indonesia ini sepertinya tahu diri. "Sebagai delegasi peninjau Malaysia ikut mengucapkan selamat setelah batik disahkan menjadi budaya Indonesia,"

Read More / Selanjutnya....

Kamis, September 17, 2009

Mohon Maaf Lahir Batin 1430H


Taqoballahu Minnaa Waminkum, Shiyamanaa Washiyamakum, Kullu ‘Amin Wa Antum Bikhoirin, Waja’alanallahu Waiyyakum Minal Aidzin al Faizin… Amin…

Ramadhan akan berakhir dan Syawal telah datang...
Hiruk pikuk seantero menghiasi panorama...
Hari yang dinanti telah tiba....
Iedul Fitri 1430H ku bersimpuh...

Mohon Maaf Lahir Bathin.....

Halal bi halal merupakan tradisi peleburan dosa dan saling memaafkan kesalahan antar sesama yang dilakukan umat islam di Indonesia dengan cara bersilaturrahim dan bersalam-salaman dengan keluarga, sanak-saudara dan sahabat. Tradisi halal bi halal hanya dilakukan di Indonesia dan konon pencetusnya adalah ulama’-ulama’ Jombang (KH. Wahid Hasyim & KH. Wahab Hasbullah, red).

Penghapusan salah dan dosa vertikal (hablu minallah) tlah dijanjikan, sekarang giliran kita melebur dosa antar sesama manusia (hablu minannaas) untuk menyempurnakannya.

Semoga di hari yang fitri ini kita dapat secara ihlas saling memaafkan, termasuk memaafkan diri sendiri, sehingga kita bersih dan siap melangkah yang lebih mantap dalam menuju sukses kita semua.


Read More / Selanjutnya....

Minggu, September 06, 2009

Supaya Tak Lagi Sakit Hati

Di dalam suatu hubungan, rasa sakit hati memang tak dapat dihindari. Dan rasa sakit hati ini terjadi pada bentuk komunikasi yang tak sempurna. Sakit hati yang menumpuk, suatu saat akan meledak menjadi kemarahan. Memiliki perasaan marah menunjukkan bahwa perasaan Anda telah disakiti dan harus segera dicari penyelesaiannya. Berikut ini beberapa saran untuk mengekspresikan kemarahan Anda secara pantas kepada pasangan:

1. MENGAMATI
Teliti, apakah kemarahan, rasa tersinggung, atau sakit hati Anda saat ini bertambah besar. Berapa lama Anda menyimpan perasaan yang mengganggu ini? Jika Anda marah kepada pasangan karena ia keluar malam bersama teman-temannya, mungkin masalah sebenarnya bukanlah itu, melainkan bagaimana Si Dia memberikan perhatiannya kepada Anda.

2. BERANI
Belajarlah untuk dapat bersikap berani. Jika Anda merasa sangat mudah terintimidasi, tuliskan perasaan Anda dan tunjukkan kepada pasangan.

3. JANGAN MENYALAHKAN
Jangan membuat pernyataan yang menyalahkan! Sebagian besar orang selalu memulai dengan pertanyaan yang paling merusak seperti, "Siapa yang benar dan siapa yang salah?" Kenyataannya, sebagian besar ketidaksepahaman didasari oleh interpretasi yang datang dari pengalaman pribadi, bukan karena kebenaran yang memang sudah terbukti.

4. MENDENGARKAN
Satu-satunya cara terbaik untuk mengatasi konflik adalah dengan menjadi pendengar yang baik untuk pihak lain. Sebagian besar orang hanya ingin didengar saja, dan hal ini merupakan bentuk dasar dari perasaan ingin diakui. Seringkali, solusi terjadi justru dari apa yang dibicarakan.

5. MENGUNGKAPKAN
Biarkan Si Dia mengutarakan perasaan sakit hatinya atau kesedihannya. Hal ini sangat baik karena bila tidak diungkapkan, perasaan marah dan sedihnya akan menumpuk dan membentuk dinding antara dirinya dengan Anda.

6. MENGAKUI
Bertanggung jawablah atas segala masalah yang Anda ciptakan, mau mengakuinya. Tanyakan pada diri Anda sendiri, "Bagaimana tindakan dan perkataan saya bisa mendukung terciptanya situasi seperti ini?"

7. TANGUNG JAWAB
Inilah langkah terakhir yang paling sulit dilakukan. Cari tahu, apa yang membuat situasi menjadi lebih baik di masa depan, dan apa yang dapat membuat situasi yang merusak tidak muncul lagi. Katakan pada pasangan, apa yang Anda perlukan darinya agar semuanya bisa menjadi lebih baik. Anda juga perlu bertanggung jawab atas apa yang perlu diperbaiki saat ini. Apakah hanya mendengar atau meminta maaf? Semua orang seringkali melupakan kedua hal itu

Sumber : Kompas
Read More / Selanjutnya....

Kamis, Agustus 20, 2009

Manajemen Produksi

Setelah kita mengetahui apa itu produksi di postingan yang lalu, kini mari kita masuk ke pembicaraan tentang isi dari produksi itu sendiri.

Dalam melakukan kegiatan produksi ada berbagai faktor yang harus dikelola yang sering disebut sebagai faktor – faktor produksi yaitu :
1. Material atau bahan.
2. Mesin atau peralatan.
3. Manusia atau karyawan.
4. Modal atau uang.
5. System atau Manajemen.

Dengan demikian manajemen operasi berkaitan dengan pengelolaan faktor – faktor produksi sedemikian rupa sehingga keluaran (output) yang dihasilkan sesuai dengan permintaan konsumen baik kualitas, harga maupun waktu penyampaiannya.


Sekilas telah disebutkan dari uraian di atas bahwa manajemen produksi operasi bertanggung jawab atas dihasilkannya keluaran (output) baik yang berupa produk maupun jasa yang sesuai dengan permintaan dan kebutuhan konsumen dengan kualitas yang baik dan harga yang terjangkau serta disampaikan tepat pada waktunya.

Bertitik tolak dari tanggung jawab ini maka ukuran kinerja suatu sistem operasi dapat diukur dari,
  1. Ongkos Produksi : Bila dikaitkan dengan tujuan suatu sistem usaha, maka ukuran kinerja sering diukur dengan keuntungan yang dapat dicapai, namun seperti diuraikan diatas bahwa sistem produksi hanyalah salah satu dari sub sistem yang ada dalam suatu sistem usaha, sehingga untuk mengukur seberapa besar kontribusi sistem operasi di dalam pencapaian keuntungan bukanlah hal yang mudah. Oleh sebab itu untuk mengukur kinerja sistem produksi diambil ukuran waktu operasi tertentu (biasanya dalam waktu satu tahun). Ongkos produksi ini meliputi semua biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk / jasa ketangan konsumen. Dengan ongkos produksi yang murah diharapkan bahwa produk / jasa dapat dipasarkan dengan harga yang dapat dijangkau oleh konsume.
  2. Kualitas Produk / Jasa : Kenyataan menunjukan bahwa konsumen tidak hanya memilih produk/jasa yang harganya murah namun juga produk/jasa yang berkualitas, oleh sebab itu baik buruknya suatu sistem produksi juga diukur dari kualitas produk/jasa yang dihasilkan. Ukuran kualitas produk yang dimaksudkan disini tentunya yang disesuaikan dengan selera konsumen bukan ukuran kualitas secara teknologi semata.
  3. Tingkat Pelayanan : Bagi konsumen untuk menilai baik buruknya suatu sistem produksi / operasi lebih dinilai dari pelayanan yang dapat diberikan oleh system produksi kepada konsumen itu sendiri. Berbicara mengenai tingkat pelayanan (service level) merupakan ukuran yang tidak mudah untuk diukur, sebab banyak dipengaruhi oleh faktor – faktor kualitatif, walaupun demikian beberapa ukuran obyektif yang sering digunakan antara lain : Ketersediaan (availability) dan kemudahan untuk mendapatkan produk / jasa.Kecepatan pelayanan baik yang berkaitan dengan waktu pengiriman (delivery time) maupun waktu pemrosesan (processing time).

Agar dapat dicapai kinerja sistem operasi diatas maka seorang manajer produksi / operasi dituntut untuk mempunyai sedikitnya dua kompetensi, yaitu :
  • Kompetensi Teknikal yaitu kompetensi yang berkaitan dengan pemahaman atas teknologi proses produksi dan pengetahuan atas jenis – jenis pekerjaan yang harus dikelola. Tanpa memiliki kompetensi teknikal ini maka seorang manajer produksi / operasi tidak akan mengerti apa yang sebenarnya harus diperbuat.
  • Kompetensi Manajerial yaitu kompetensi yang berkaitan dengan pengetahuan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber – sumber daya (faktor – faktor produksi) serta kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain. Kompetensi ini sangat diperlukan mengingat penguasaan pengelolaan atas faktor -– faktor produksi serta menjalin koordinasi dan kerjasama dengan fungsi – fungsi lain yang ada didalam suatu unit usaha merupakan keharusan yang tak dapat dihindarkan.

Pengelolaan sistem produksi (manajemen produksi) akan melibatkan serangkaian proses pengambilan keputusan operasional, keputusan – keputusan taktikal bahkan keputusan strategis.
Secara umum ada 5(lima) jenis kategori keputusan esensial didalam manajemen produksi, yaitu keputusan yang berkaitan dengan :
  1. Proses Produksi : Keputusan yang termasuk dalam kategori ini pada prinsipnya berkaitan dengan penentuan wahana atau fasilitas fisik yang dipergunakan untuk terjadinya transformasi input menjadi produk / jasa. Keputusan yang dimaksud meliputi : Teknologi produksi, Type peralatan, Jenis proses dan aliran proses produksi, Tata letak fasilitas. Pada umumnya keputusan – keputusan yang diambil dalam kategori ini berdampak jangka panjang dan tidak mudah diubah dalam waktu yang singkat (long term strategic decision).
  2. Kapasitas : Keputusan – keputusan yang termasuk dalam kategori ini berkaitan dengan penentuan kemampuan sistem produksi untuk menghasilkan barang dalam jumlah dan waktu yang tepat. Dipandang dari sudut waktu dibedakan atas. Keputusan jangka panjang, antara lain penentuan kapasitas design sistem produksi, expansi kapasitas, integrasi vertikal, integrasi horisontal dsb, Keputusan jangka menengah, antara lain penentuan sub kontrak, penambahan mesin, rekrutasi tenaga kerja dsb, Keputusan jangka pendek, pada prinsipnya berkaitan dengan pengalokasian pendayagunaan sumber – sumber yang tersedia untuk menghasilkan barang yang diminta konsumen. Keputusan ini diantaranya adalah penjadwalan produksi (Scheduling & dispatching), pengaturan mesin dsb.
  3. Persediaan (Inventory) : Keputusan yang termasuk dalam kategori ini pada hakekatnya berkaitan dengan pengaturan material yang diperlukan untuk keperluan produksi, mulai dari pengaturan bahan baku, barang setengah jadi maupun produk jadi. Ditinjau dari segi permasalahan yang dihadapi, keputusan ini dapat dibedakan atas keputusan tentang operating system persediaan dan keputusan tentang policy persediaan.
  4. Tenaga Kerja : Mengelola orang merupakan pekerjaan terpenting yang perlu dibuat oleh seorang manajer mengingat tenaga kerja tidak hanya sebagai salah satu faktor produksi tetapi merupakan faktor penentu dari keberhasilan semua aktivitas didalam sistem produksi. Keputusan dalam kategori ini dimulai sejak proses seleksi karyawan sampai dengan pensiun. Adapun keputusan – keputusan rutin diantaranya penugasan karyawan, pengaturan lembur dan cuti, penggiliran kerja dan sebagainya.
  5. Kualitas Produksi : Manajer produksi bertanggungjawab atas kualitas dari barang / jasa yang dihasilkan, oleh sebab itu manajer produksi wajib untuk melakukan kegiatan – kegiatan agar produk / jasa yang dihasilkan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Dengan demikian sedikit banyak telah kita ketahui bagaimana sebenarnya produksi tersebut.

Read More / Selanjutnya....

Kamis, Agustus 13, 2009

Tentang Sistem Produksi

Sebenarnya tanpa kita sadari pekerjaan kita itu masuk ke golongan produksi atau tidak ya...?

Apakah produksi itu hanya digolongkan pada kegiatan pabrik saja...!!!

Memang benar sekali banyak pengertian produksi hanya dikaitkan dengan unit usaha fabrikasi yaitu yang menghasilkan barang nyata seperti permesinan, perabot, semen, elektronik dan lainnya, namun sebenarnya pengertian produksi bila ditelusuri akan semakin meluas cakupannya.

Produksi sering diartikan sebagai aktivitas yang ditujukan untuk meningkatkan nilai masukan (input) menjadi keluaran (output). Dengan demikian maka kegiatan usaha jasa seperti dijumpai pada perusahaan angkutan, asuransi, bank, pos, telekomunikasi, dan lainnya bisa digolongkan juga sebagai kegiatan produksi.

Ada sedikitnya 4 perbedaan pokok antara usaha jasa dan usaha pabrikasi, yaitu...

1. Dalam unit usaha pabrikasi keluarannya merupakan barang real sehingga produktivitasnya akan lebih mudah diukur bila dibandingkan dengan unit usaha jasa yang keluarannya berupa pelayanan
2. Kualitas produk yang dihasilkan dari usaha pabrikasi lebih mudah ditentukan standarnya
3. Kontak langsung dengan konsumen tidak selalu terjadi pada usaha pabrikasi sedangkan pada usaha jasa kontak langsung dengan konsumen merupakan suatu yang tidak dapat dielakkan
4. Tidak akan dijumpai adanya persediaan akhir di dalam usaha jasa sedang dalam usaha pabrikasi adanya persediaan sesuatu yang sulit dihindarkan

Secara garis besar transformasi produksi dapat diklasifikasikan :

A. Transformasi pabrikasi yaitu suatu transformasi yang bersifat diskrit dan menghasilkan produk nyata. Suatu transformasi dikatakan bersifat diskrit bila antara suatu operasi dan operasi yang lain dapat dibedakan dengan jelas seperti dijumpai pabrik kendaraan bermotor dan elektronik pada umumnya.

B. Transformasi proses yaitu suatu transformasi yang bersifat continue dimana diantara operasi yang satu dengan operasi yang lain kurang dapat dibedakan secara nyata, seperti dijumpai pada pabrik pupuk dan semen.

C. Transformasi jasa yaitu suatu transformasi yang tidak mengubah secara fisik masukan menjadi keluaran. Dalam hal ini secara fisik keluaran akan sama dengan masukan, namun transformasi jenis ini akan meningkatkan nilai masukannya, misalnya pada perusahaan angkutan. Sistem transformasi jasa sering disebut sebagai system operasi.

Ditinjau dari kedatangan konsumen dan jumlah yang diminta, transformasi produksi dapat dibedakan atas :

1.Job Order, transformasi produksi bekerja bila ada pesanan saja. Jumlah pesanan relatif tidak terlalu besar dan jenis produk yang dipesan beraneka ragam sesuai dengan permintaan konsumen.

2. Flow Order, transformasi produksi akan selalu bekerja baik ada pesanan maupun tidak. Jumlah pesanan biasanya relatif besar dan jenis produksinya standar.
Flow shop dapat dibedakan atas :
- Flow line/batch
- Assembly line dan
- Final line

3. Project Order, adalah bentuk spesial dari transformasi produksi dimana hanya ada satu atau beberapa pesanan yang spesifik dari konsumen.

Nah sudahkah kita mengerti tentang bidang pekerjaan yang kita jalankan saat ini.....??

Read More / Selanjutnya....

Jumat, Agustus 07, 2009

Memory kapasitas 64 Gigabyte


Toshiba berencana akan menjadi yang pertama untuk menghadirkan kartu SDXC ke pasar, dengan pengujian sampel dari versi 64GB dimulai pada bulan November ini dan akan diproduksi masal 2010.

SDXC backers berjanji kapasitas dan kecepatan transfer data untuk SDXC, yang penting untuk perangkat seperti kamera video yang dapat menghasilkan banyak menyimpan data pada tingkat yang berkelanjutan.

Tetapi pada awalnya, generasi baru dari Toshiba SDHC akan cocok dengan SDXC maksimum 60MBps data kecepatan membaca, dan maksimum 35MBps data kecepatan menulis, perusahaan akan mengumumkan menggunakan high-speed interface UHS104.
Tapi apakah Anda benar-benar membutuhkan kapasitas sebesar itu ?

Jadi, SD memiliki banyak momentum, dan generasi SDXC pasti memiliki potensi untuk terus melebihi harga CompactFlash sementara juga menjadi kompetitif dalam kapasitas dan kecepatan transfer data.

Dengan ukuran kecil dibandingkan dengan SD CompactFlash merupakan aset ketika mencoba memencet sebuah slot dalam komputer atau kamera. Tetapi beberapa fotografer profesional pasti akan sangat membutuhkannya.
Read More / Selanjutnya....

Kamis, Agustus 06, 2009

Award dari sahabat unuk mu sahabat


Setelah pulang dari Jum'at an baru buka blog dah dapat award nich dari seorang sahabat...thanx ya buat Krisbiatno
Dalam postingannya ini akan memberikan PR untuk mencantumkan link-link dibawah ini:
1. Akhi Rido Wahyudi
2. Imam setiawan
3. Senja
4. Deni (betawi)
5. Mas Doyok
6. Nophie's
7. Dedy Rahmat
8. Mlaty Ajah
9. Krisbiatno
10. Santai Disini Yuk

Segabai tanda persahabatan akan kuberikan kembali award ini kepada 10 temanku dibawah ini...
mereka adalah Basri, simple, Blekenyek, Nano, LindaNov, Eko Hero, Saung web, Risal, Hand1771, Genial

Sahabat yang menerima award ini tolong cantumkan 10 link diatas, hapus no 1 dan no 10 cantumkan link sahabat...
Terimakasih


Read More / Selanjutnya....

Senin, Agustus 03, 2009

Pesawatku yang malang...


Kembali terjadi pesawat Merpati Nusantara Airlines dengan nomor penerbangan MZ 9760D itu hilang kontak pada Minggu, pukul 10.28 WIT dalam penerbangan dari Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura, menuju Lapangan Terbang Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang. Menurut jadwal, pesawat itu seharusnya mendarat di Oksibil pukul 11.05 WIT.
Ampisibil merupakan check point terakhir, 6 kilometer sebelum Bandar Udara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang. Jadi sebenarnya pesawat itu sudah hampir sampai tujuan,” berada di Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura.

Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines, Bambang Bhakti, membenarkan pesawat Twin Otter milik Merpati Nusantara Airlines yang hilang di Papua pada Minggu lalu, dan sudah ditemukan sekitar pukul 06.00 WIT 4 Agustus 2009 (Waktu Indonesia bagian Timur) di Ampisibil.

Menurut dia, pesawat Twin Otter itu ditemukan oleh Kapten Pilot Erick dari pesawat milik Associated Mission Aviation (AMA) yang tengah melintas di kawasan itu.

Masih banyak lagi daftar pesawat komersil seperti Garuda, Lion Air, Mandala Air, Adam Air, Batavia Air, dan Trigana Air yang berjatuhan karena human error atau technical problem lainnya, yang tidak sempat kami bahas kali ini.
Sungguh memprihatinkan dimana si penumpang ingin sampai tujuan bertemu sanak dan saudara, namun memang rejeki, jodoh, dan mati sang penciptalah yang mengetahuinya.

Klik : Informasi Pesawat jatuh dari Tahun 1937 ~ 2009

Berikut ini juga yang terjadi pada penerbangan pesawat TNI kita :

Pertama tahun 1991 Hercules TNI AU jatuh di daerah condet jakarta, sekitar 150 prajurit Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU Gugur karena kecelakaan ini.
Ada juga yg gagal pendaratan ..wah kasian juga ya para prajurit kita tewas sebelum bertempur hanya karena kelalaian atau technikal error.

11 Maret 2008, helikopter latih TNI AU jenis Bell-47G Soloy buatan tahun 1976 jatuh di ladang tebu Desa Wanasari, Subang. Satu orang tewas dan satu orang luka berat.

26 Juni 2008, pesawat Cassa TNI AU A212-200 jatuh di kawasan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Akibatnya, 18 penumpang tewas.

Pada 6 April 2009 lalu, sebuah pesawat Fokker 27 TNI-AU jatuh di hanggar Lanud Hussein Sastranegara, Bandung, dan menabrak serta menghancurkan dua pesawat lainnya yang berada di dalam hanggar. Dua pesawat yaitu Draya Air MC 212200 dan Batavia Air Boeing 737, tertimpa pesawat tersebut. Akibat peristiwa itu, sebanyak 23 orang penumpang meninggal, terdiri dari 17 siswa penerbangan dan enam pengajar.

Kemudian pada 11 Mei 2009, sebuah pesawat Hercules jatuh tergelincir saat akan mendarat di Bandara Wamena, Papua. Dugaan awal kapal tersebut mengangkut logistik Pemilihan Legislatif 2009.

Saat ini kita telah saksikan lagi Pada 20 Mei 2009, pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara jatuh di permukiman penduduk di Desa Geplak, Kecamatan Karas, Magetan, Jawa Timur. .

12 Juni 2009, pesawat Heli Super Puma milik TNI Angkatan Udara terjatuh di Lapangan Udara Atang Sanjaya, Bogor, Jawa Barat. Akibatnya, dua dari tujuh penumpang meninggal dunia, sisanya mengalami luka berat.

Ini merupakan peristiwa jatuhnya pesawat milik TNI-AU, dalam kurun waktu Januari-Juni 2009
Apalagi mengingat buatan pesawat tersebut adalah buatan tahun 70an.

Semoga semua yang terjadi bisa kita ambil hikmahnya

Read More / Selanjutnya....

Jumat, Juli 31, 2009

Tentang Kumpul Blogger

Sekilas tentang KumpulBlogger

Adalah Jaringan Blogger Indonesia untuk mendapatkan alternatif penghasilan tambahan, dengan cara menyediakan spot/ruangan pada blognya sebagai tempat menyampaikan pesan komersial dari Advertiser

Untuk Siapa KumpulBlogger.com?

Target Market KumpulBlogger.com adalah Blogger Indonesia dan Advertiser Lokal, dimana Blogger menyediakan Media dan Advertiser Memasok Pesan Komersial didalam Blog-blog yang terhubung pada jaringan KumpulBlogger.com

Bagaimanakah Cara Kerja KumpulBlogger.com?

Blogger mendaftarkan blognya, copy dan paste code yang diberikan, Pasang Code tersebut pada Blog masing-masing Blogger. Advertiser mendaftarkan keanggotaan pada KumpulBlogger.com, melakukan kegiatan publishing, materi artikel/iklan/promotional yang disubmit oleh advertiser akan disebarkan kepada seluruh Blog yang terjaring dalam KumpulBlogger.com.

Daftarkan segera Blog anda, silahkan klik disini : Kumpul Blogger


Read More / Selanjutnya....

Kamis, Juli 30, 2009

Survey Red Mango Berhadiah Blackberry

Red Mango Frozen Yogurt
AYO...Siapa yang mau ikutan dapet Blackberry ?.... ( MAAF sudah EXPIRED )

Survey Berhadiah, salah satu Strategi Promosi di Internet?

Terkini: Survey Berhadiah BlackBerry dari RED MANGO INDONESIA

Semakin mahalnya biaya iklan di TV dan di suratkabar, membuat banyak perusahaan memikirkan cara-cara marketing yang lebih hemat tapi tetap berdaya dahsyat dan dibaca oleh banyak orang.
Jadi tidak heran jika banyak perusahaan mulai beralih beriklan di internet.
Cara beriklan di internet juga tersedia banyak pilihan:
pasang iklan di Google / Yahoo, pasang banner iklan di situs terkenal dll. Dan
trend terkini adalah mengadakan kontes/survey berhadiah di internet, karena
lebih hemat tapi tetap berdaya guna. Ternyata cara ini pulalah yang dipakai
oleh RED MANGO INDONESIA

"RED MANGO Frozen Yogurt akan buka pertama di Indonesia tgl 18 Juli 2009 di
Mal Taman Anggrek Lt. 4 ( di samping Popeye ). Alih-alih menggunakan iklan TV / iklan di suratkabar, " RED MANGO INDONESIA " mengadakan survey berhadiah BLACKBERRY di situs resminya. Dengan demikian, jumlah pengunjung web mereka akan melonjak drastis, dan pada akhirnya para pengunjung tsb mendapatkan informasi bahwa "RED MANGO" akan buka di Mal Taman Anggrek Jakarta tgl 18 Juni nanti. Kreatif 'khan?

Walau uang hadiah Blackberry itu cukup besar (7juta rupiah lebih), tapi ini
masih relevan dan masih lebih hemat dibandingkan iklan di TV dan info promo
launchingnya bakal dibaca oleh jutaan orang.

Walau kemungkinan kecil untuk memenangkan survey ini, tapi tidak ada salahnya dicoba, apalagi ini GRATIS silahkan mencoba dengan hanya klik disini :
RED MANGO INDONESIA

Bagi yang mau ikutan survey berhadiah BLACKBERRY dari RED MANGO INDONESIA,
silahkan klik: RED MANGO INDONESIA

Red Mango sendiri merupakan original inventor dan pioneer di bidang non-fat
frozen yogurt yang kemudian mempopulerkannya ke seluruh dunia.
Red Mango Frozen Yogurt sendiri ditemukan pertama kali di Korea Selatan dan berkembang pesat di Amerika Serikat.
Cabangnya sudah terdapat di 3 benua dan 7 negara. Lebih dari 200 cabangnya tesebar hampir di seluruh dunia.

SILAHKAN KLIK RED MANGO INDONESIA

Read More / Selanjutnya....

Rabu, Juli 29, 2009

Mutu Kepemimpinan

1. Pemimpin mendengarkan :
Para pemimpin besar tahu pasti bahwa mereka tidak memiliki semua jawaban.
Karenanya mereka tidak merasa canggung untuk bertanya dan meminta pendapat maupun wawasan dari orang lain.

2. Pemimpin menunjukkan arah :
Para pemimpin menunjukkan arah dengan mengembangkan dan memberikan dukungan visi, misi, dan tujuan bagi diri mereka sendiri dan organisasi mereka.
Mereka tahu bagaimana memberikan dorongan dan dukungan.
Mereka pun selalu berusaha menemukan cara-cara yang lebih baik.


3. Pemimpin menciptakan lingkungan yang penuh motivasi :
Para pemimpin menciptakan suasana motivasi yang menyala-nyala dalam menghadapi perubahan.
Para pemimpin itu menunjukkan penghargaan dan keberanian (daripada mencemooh atau menyalahkan orang lain) pada mereka yang bersedia mencoba hal-hal baru meski mungkin saja mereka gagal.

4. Pemimpin tidak menyalahkan :
Daripada menyalahkan, mereka senantiasa belajar.
Pemimpin sejati berusaha menciptakan lingkungan kerja yang menunjang suasana pembelajaran yang tiada henti serta pembaharuan diri.
Mereka dengan bebas membagikan keahlian dan juga kegagalan-kegagalan mereka.

5. Pemimpin memimpin dengan teladan :
Pemimpin menjadi teladan dan mempertahankan nilai-nilai yang tak berubah.
Para pemimpin besar memiliki standar profesional dan personal yang tinggi.
Mereka juga menghargai kekayaan yang ada pada keragaman dan perbedaan para karyawannya.
Mereka realitis. Mereka bukan orang yang berkata, “Lakukan sebagaimana kataku, bukan sebagaimana tingkahku.”
Pemimpin besar menjaga komitmen mereka.
Pemimpin membagikan kekuasaan mereka dalam membuat keputusan dengan orang lain di seluruh organisasi.
Mereka paham benar dengan perbedaan antara “kekuatan” dan “kekuasaan”. Kekuatan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan tindakan secara efektif. Sedangkan kekuasaan adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan. Apakah anda lebih suka terinspirasikan atau terkendalikan?

Read More / Selanjutnya....

Selasa, Juli 28, 2009

ETIKA DALAM KEPEMIMPINAN

santai disini

1. Apakah “Etika” itu?
Pada pengertian yang paling dasar, etika adalah sistem nilai pribadi yang digunakan memutuskan apa yang benar, atau apa yang paling tepat, dalam suatu situasi tertentu; memutuskan apa yang konsisten dengan sistem nilai yang ada dalam organisasi dan diri pribadi.

2. Apakah “Kepemimpinan yang Etis” itu

Kepemimpinan yang etik menggabungkan antara pengambilan keputusan etik dan perilaku etik; dan ini tampak dalam konteks individu dan organisasi. Tanggung jawab utama dari seorang pemimpin adalah membuat keputusan etik dan berperilaku secara etik pula, serta mengupayakan agar organisasi memahami dan menerapkannya dalam kode-kode etik.

3. Saran-saran untuk perilaku secara etik
Bila pemimpin etik memiliki nilai-nilai etika pribadi yang jelas dan nilai-nilai etika organisasi, maka perilaku etik adalah apa yang konsisten sesuai dengan nilai-nilai tersebut. Ada beberapa saran yang diadaptasi dari Blanchard dan Peale (1998) berikut ini:

a. berperilakulah sedemikian rupa sehingga sejalan dengan tujuan anda
(Blanchard dan Peale mendefinisikannya sebagai jalan yang ingin anda lalui dalam hidup ini; jalan yang memberikan makna dan arti hidup anda.) Sebuah tujuan pribadi yang jelas merupakan dasar bagi perilaku etik. Sebuah tujuan organisasi yang jelas juga akan memperkuat perilaku organisasi yang etik.
b. berperilakulah sedemikian rupa sehingga anda secara pribadi merasa bangga akan perilaku anda. Kepercayaan diri merupakan seperangkat peralatan yang kuat bagi perilaku etik. Bukankah kepercayaan diri merupakan rasa bangga (pride) yang diramu dengan kerendahan hati secara seimbang yang akan menumbuhkan keyakinan kuat saat anda harus menghadapi sebuah dilema dalam menentukan sikap yang etik.
c. berperilakulah dengan sabar dan penuh keyakinan akan keputusan anda dan diri anda sendiri. Kesabaran, kata Blanchard dan Peale, menolong kita untuk bisa tetap memilih perilaku yang terbaik dalam jangka panjang, serta menghindarkan kita dari jebakan hal-hal yang terjadi secara tiba-tiba.
d. berperilakulah dengan teguh. Ini berarti berperilaku secara etik sepanjang waktu, bukan hanya bila kita merasa nyaman untuk melakukannya. Seorang pemimpin etik, menurut Blanchard dan Peale, memiliki ketangguhan untuk tetap pada tujuan dan mencapai apa yang dicita-citakannya.
e. berperilakulah secara konsisten dengan apa yang benar-benar penting. Ini berarti anda harus menjaga perspektif. Perspektif mengajak kita untuk melakukan refleksi dan melihat hal-hal lebh jernih sehingga kita bisa melihat apa yang benar-benar penting untuk menuntun perilaku kita sendiri.

(Diadaptasi dari presentasi “Ethical Leadership: Doing What’s Right”, Sara A. Boatman)


Read More / Selanjutnya....

Minggu, Juli 26, 2009

AWARD Conan untuk kamu


Saya ucapkan alhamdulillah dan akhirnya saya mendapatkan award juga. Image awardnya CONAN lagi wah detektif cilik. Jujur saja ini baru pertama kali saya mendapatkan award, yang berawal dari ketidak sengajaan sering berkunjung ke blog sahabat dan memberikan komentar ternyata ada orang yang memberikan saya award. Sebelumnya terimakasih kepada OmTomi yang telah memberikan award ini kepada blog saya Santai Disini. Berhubung ini adalah award ber-backlink maka sesuai persyaratan, saya akan membagikannya lagi kepada 10 orang teman blogger saya. Mereka adalah: Saung Web, Risal Blog, Blog Motivasi, Giri-education, Film&Lagu, Eko Hero, Lindanov, Tutorial tip&trik, Nona-Nano, Genial

“Bagi siapa saja yang menerima award ini diharuskan untuk membagikan kembali award ini kepada sepuluh orang temannya". Dan selanjutnya si penerima award harus meletakkan link-link berikut ini di blog atau artikel kamu :

1. Reni Judhanto
2. Evylia Hardy
3. Eric Ariyanto
4. Irfan
5. Piyenkz
6. Mas Doyok
7. Reza
8. Rizky
9. OmTomi
10. Santai Disini

Aturannya begini (maaf saya copy paste aja ya dari blognya Mas Rizky, soalnya panjang banget sih) : sebelum kamu meletakkan link di atas, kamu harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 2 jadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link kamu sendiri di bagian paling bawah (nomor 10). Tapi ingat ya, kalian semua harus fair dalam menjalankannya. Jika tiap penerima award mampu memberikan award ini kepada 5 orang saja dan mereka semua mengerjakannya , maka jumlah backlink yang akan didapat adalah

Ketika posisi kamu 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jml backlink = 5
Posisi 8, jml backlink = 25
Posisi 7, jml backlink = 125
Posisi 6, jml backlink = 625
Posisi 5, jml backlink = 3,125
Posisi 4, jml backlink = 15,625
Posisi 3, jml backlink = 78,125
Posisi 2, jml backlink = 390,625
Posisi 1, jml backlink = 1,953,125

Dan semuanya menggunakan kata kunci yang kamu inginkan. Dari sisi SEO kamu sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung web para downline kamu mengklik link itu, kamu juga mendapatkan traffik tambahan.
Nah, silahkan copy paste saja, dan hilangkan peserta nomor 1 lalu tambahkan link blog/website kamu di posisi 10. Ingat, kamu harus mulai dari posisi 10 agar hasilnya maksimal. Karena jika kamu tiba2 di posisi 1, maka link kamu akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10.”
Demikian copas dari tulisan mas doyok. Selamat mengambil award-nya, teman-teman. Tak lupa sekali lagi terimakasih buat mbak Reni yang sudah memberikan award ini kepadaku. Sampai jumpa di tulisan berikutnya yang masih tentang award ber-backlink.


Read More / Selanjutnya....

Jumat, Juli 24, 2009

Tentang BALI ku....

Bali
Pulau Bali adalah bagian dari Kepulauan Sunda Kecil sepanjang 153 km dan selebar 112 km sekitar 3,2 km dari Pulau Jawa. Secara astronomis, Bali terletak di 8°25′23″ Lintang Selatan dan 115°14′55″ Lintang Timur yang mebuatnya beriklim tropis seperti bagian Indonesia yang lain.

Gunung Agung adalah titik tertinggi di Bali setinggi 3.148 m. Gunung berapi ini terakhir meletus pada Maret 1963. Gunung Batur juga salah satu gunung yang ada di Bali. Sekitar 30.000 tahun yang lalu, Gunung Batur meletus dan menghasilkan bencana yang dahsyat di bumi. Berbeda dengan di bagian utara, bagian selatan Bali adalah dataran rendah yang dialiri sungai-sungai.


Berdasarkan relief dan topografi, di tengah-tengah Pulau Bali terbentang pegunungan yang memanjang dari barat ke timur dan diantara pegunungan tersebut terdapat gugusan gunung berapi yaitu Gunung Batur dan Gunung Agung serta gunung yang tidak berapi yaitu Gunung Merbuk, Gunung Patas, dan Gunung Seraya. Adanya pegunungan tersebut menyebabkan Daerah Bali secara Geografis terbagi menjadi 2 (dua) bagian yang tidak sama yaitu Bali Utara dengan dataran rendah yang sempit dan kurang landai, dan Bali Selatan dengan dataran rendah yang luas dan landai. Kemiringan lahan Pulau Bali terdiri dari lahan datar (0-2%) seluas 122.652 ha, lahan bergelombang (2-15%) seluas 118.339 ha, lahan curam (15-40%) seluas 190.486 ha, dan lahan sangat curam (40%) seluas 132.189 ha. Provinsi Bali memiliki 4 (empat) buah danau yang berlokasi di daerah pegunungan yaitu : Danau Beratan, Buyan, Tamblingan dan Danau Batur.

Ibu kota Bali adalah Denpasar. Tempat-tempat penting lainnya adalah Ubud sebagai pusat seni terletak di Kabupaten Gianyar; sedangkan Kuta, Sanur, Seminyak, Jimbaran dan Nusa Dua adalah beberapa tempat yang menjadi tujuan pariwisata, baik wisata pantai maupun tempat peristirahatan.

Luas wilayah Provinsi Bali adalah 5.636,66 km2 atau 0,29% luas wilayah Republik Indonesia. Secara administratif Provinsi Bali terbagi atas 9 kabupaten/kota, 55 kecamatan dan 701 desa/kelurahan.

Sejarah :
Penghuni pertama pulau Bali diperkirakan datang pada 3000-2500 SM yang bermigrasi dari Asia. Peninggalan peralatan batu dari masa tersebut ditemukan di desa Cekik yang terletak di bagian barat pulau. Zaman prasejarah kemudian berakhir dengan datangnya orang-orang Hindu dari India pada 100 SM.

Kebudayaan Bali kemudian mendapat pengaruh kuat kebudayaan India, yang prosesnya semakin cepat setelah abad ke-1 Masehi. Nama Balidwipa (pulau Bali) mulai ditemukan di berbagai prasasti, diantaranya Prasasti Blanjong yang dikeluarkan oleh Sri Kesari Warmadewa pada 913 M dan menyebutkan kata Walidwipa. Diperkirakan sekitar masa inilah sistem irigasi subak untuk penanaman padi mulai dikembangkan. Beberapa tradisi keagamaan dan budaya juga mulai berkembang pada masa itu. Kerajaan Majapahit (1293–1500 AD) yang beragama Hindu dan berpusat di pulau Jawa, pernah mendirikan kerajaan bawahan di Bali sekitar tahun 1343 M. Saat itu hampir seluruh nusantara beragama Hindu, namun seiring datangnya Islam berdirilah kerajaan-kerajaan Islam di nusantara yang antara lain menyebabkan keruntuhan Majapahit. Banyak bangsawan, pendeta, artis, dan masyarakat Hindu lainnya yang ketika itu menyingkir dari Pulau Jawa ke Bali.

Orang Eropa yang pertama kali menemukan Bali ialah Cornelis de Houtman dari Belanda pada 1597, meskipun sebuah kapal Portugis sebelumnya pernah terdampar dekat tanjung Bukit, Jimbaran, pada 1585. Belanda lewat VOC pun mulai melaksanakan penjajahannya di tanah Bali, akan tetapi terus mendapat perlawanan sehingga sampai akhir kekuasaannya posisi mereka di Bali tidaklah sekokoh posisi mereka di Jawa atau Maluku. Bermula dari wilayah utara Bali, semenjak 1840-an kehadiran Belanda telah menjadi permanen, yang awalnya dilakukan dengan mengadu-domba berbagai penguasa Bali yang saling tidak mempercayai satu sama lain. Belanda melakukan serangan besar lewat laut dan darat terhadap daerah Sanur, dan disusul dengan daerah Denpasar. Pihak Bali yang kalah dalam jumlah maupun persenjataan tidak ingin mengalami malu karena menyerah, sehingga menyebabkan terjadinya perang sampai mati atau puputan, yang melibatkan seluruh rakyat baik pria maupun wanita termasuk rajanya. Diperkirakan sebanyak 4.000 orang tewas dalam peristiwa tersebut, meskipun Belanda telah memerintahkan mereka untuk menyerah. Selanjutnya, para gubernur Belanda yang memerintah hanya sedikit saja memberikan pengaruhnya di pulau ini, sehingga pengendalian lokal terhadap agama dan budaya umumnya tidak berubah.

Jepang menduduki Bali selama Perang Dunia II, dan saat itu seorang perwira militer bernama I Gusti Ngurah Rai membentuk pasukan Bali 'pejuang kemerdekaan'. Menyusul menyerahnya Jepang di Pasifik pada bulan Agustus 1945, Belanda segera kembali ke Indonesia (termasuk Bali) untuk menegakkan kembali pemerintahan kolonialnya layaknya keadaan sebelum perang. Hal ini ditentang oleh pasukan perlawanan Bali yang saat itu menggunakan senjata Jepang.

Pada 20 November 1940, pecahlah pertempuran Puputan Margarana yang terjadi di desa Marga, Kabupaten Tabanan, Bali tengah. Kolonel I Gusti Ngurah Rai, yang berusia 29 tahun, memimpin tentaranya dari wilayah timur Bali untuk melakukan serangan sampai mati pada pasukan Belanda yang bersenjata lengkap. Seluruh anggota batalion Bali tersebut tewas semuanya, dan menjadikannya sebagai perlawanan militer Bali yang terakhir.

Pada tahun 1946 Belanda menjadikan Bali sebagai salah satu dari 13 wilayah bagian dari Negara Indonesia Timur yang baru diproklamasikan, yaitu sebagai salah satu negara saingan bagi Republik Indonesia yang diproklamasikan dan dikepalai oleh Sukarno dan Hatta. Bali kemudian juga dimasukkan ke dalam Republik Indonesia Serikat ketika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 29 Desember 1949. Tahun 1950, secara resmi Bali meninggalkan perserikatannya dengan Belanda dan secara hukum menjadi sebuah propinsi dari Republik Indonesia.

Letusan Gunung Agung yang terjadi di tahun 1963, sempat mengguncangkan perekonomian rakyat dan menyebabkan banyak penduduk Bali bertransmigrasi ke berbagai wilayah lain di Indonesia.

Tahun 1965, seiring dengan gagalnya kudeta oleh G30S terhadap pemerintah nasional di Jakarta, di Bali dan banyak daerah lainnya terjadilah penumpasan terhadap anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia. Di Bali, diperkirakan lebih dari 100.000 orang terbunuh atau hilang. Meskipun demikian, kejadian-kejadian di masa awal Orde Baru tersebut sampai dengan saat ini belum berhasil diungkapkan secara hukum.[2]

Serangan teroris telah terjadi pada 12 Oktober 2002, berupa serangan Bom Bali 2002 di kawasan pariwisata Pantai Kuta, menyebabkan sebanyak 202 orang tewas dan 209 orang lainnya cedera. Serangan Bom Bali 2005 juga terjadi tiga tahun kemudian di Kuta dan pantai Jimbaran. Kejadian-kejadian tersebut mendapat liputan internasional yang luas karena sebagian besar korbannya adalah wisatawan asing, dan menyebabkan industri pariwisata Bali menghadapi tantangan berat beberapa tahun terakhir ini.

Trasportasi :
Bali tidak memiliki jaringan rel kereta api namun jaringan jalan yang sangat baik tersedia khususnya ke daerah-daerah tujuan wisatawan. Sebagian besar penduduk memiliki kendaraan pribadi dan memilih menggunakannya karena moda transportasi umum tidak tersedia dengan baik, kecuali taksi.

Jenis kendaraan umum di Bali antara lain

  • Dokar, kendaraan dengan menggunakan kuda sebagai penarik
  • Ojek, taksi sepeda motor
  • Bemo, melayani dalam dan antarkota
  • Taksi
  • Bus, melayani hubungan antarkota, pedesaan, dan antarprovinsi.

    Bali terhubung dengan Pulau Jawa dengan layanan kapal feri yang menghubungkan Pelabuhan Gilimanuk dengan Pelabuhan Ketapang di Kabupaten Banyuwangi, yang lama tempuhnya sekitar 30 hingga 45 menit. Penyeberangan ke Pulau Lombok melalui Pelabuhan Padang Bay menuju Pelabuhan Lembar, yang memakan waktu sekitar empat jam.

    Transportasi udara dilayani oleh Bandara Internasional Ngurah Rai, dengan destinasi ke sejumlah kota besar di Indonesia, Australia, Singapura, Malaysia, Thailand, serta Jepang. Landas pacu dan pesawat terbang yang datang dan pergi bisa terlihat dengan jelas dari pantai.

    Musik :
    Musik tradisional Bali memiliki kesamaan dengan musik tradisional di banyak daerah lainnya di Indonesia, misalnya dalam penggunaan gamelan dan berbagai alat musik tabuh lainnya. Meskipun demikian, terdapat kekhasan dalam tehnik memainkan dan gubahannya, misalnya dalam bentuk kecak, yaitu sebentuk nyanyian yang musik Balikonon menirukan suara kera. Demikian pula beragam gamelan yang dimainkan pun memiliki keunikan, misalnya Gamelan Jegog, Gamelan Gong Gede, Gamelan Gambang, Gamelan Selunding, dan Gamelan Semar Pegulingan. Adapula musik Angklung dimainkan untuk upacara ngaben, serta musik Bebonangan dimainkan dalam berbagai upacara lainnya.

    Terdapat bentuk modern dari musik tradisional Bali, misalnya Gamelan Gong Kebyar yang merupakan musik tarian yang dikembangkan pada masa penjajahan Belanda, serta Joged Bumbung yang mulai populer di Bali sejak era tahun 1950-an. Umumnya musik Bali merupakan kombinasi dari berbagai alat musik perkusi metal (metalofon), gong, dan perkusi kayu (xilofon). Karena hubungan sosial, politik dan budaya, musik tradisional Bali atau permainan gamelan gaya Bali memberikan pengaruh atau saling mempengaruhi daerah budaya di sekitarnya, misalnya pada musik tradisional masyarakat Banyuwangi serta musik tradisional masyarakat Lombok.

    * Gamelan
    * Jegog
    * Genggong
    * Silat Bali

    Tari :
    Seni tari Bali pada umumnya dapat dikatagorikan menjadi tiga kelompok; yaitu wali atau seni tari pertunjukan sakral, bebali atau seni tari pertunjukan untuk upacara dan juga untuk pengunjung, dan balih-balihan atau seni tari untuk hiburan pengunjung.

    Pakar seni tari Bali I Made Bandem pada awal tahun 1980-an pernah menggolongkan tari-tarian Bali tersebut; antara lain yang tergolong ke dalam wali misalnya Berutuk, Sang Hyang Dedari, Rejang dan Baris Gede, bebali antara lain ialah Gambuh, Topeng Pajegan, dan Wayang Wong, sedangkan balih-balihan antara lain ialah Legong, Parwa, Arja, Prembon dan Joged, serta berbagai koreografi tari modern lainnya.

    Salah satu tarian yang sangat populer bagi para wisatawan ialah Tari Kecak. Sekitar tahun 1930-an, Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies menciptakan tari ini berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak mempopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali-nya.
    Penari belia sedang menarikan Tari Belibis, koreografi kontemporer karya Ni Luh Suasthi Bandem.

    sumber Wikipedia
  • Read More / Selanjutnya....

    Menghadapi karyawan yang Sukar atau Sulit

    Semua manajer pasti akan atau telah menghadapi karyawan sulit selama menjalani masa jabatannya sebagai manajer. Pertama, karyawan sulit pasti akan selalu ada. Yang kedua, hal ini merupakan tugas Anda sebagai seorang manajer untuk mengelola hal tersebut. Karena apabila Anda tidak mengelola hal tersebut maka permasalahannya akan menjadi jauh lebih buruk.

    Mengapa karyawan sulit ini ada?


    Sebagian besar orang menjumpai karyawan sulit pada berbagai level yang berbeda dari hirarki perusahaan. Jarang terdapat bentuk atau fungsi kerja yang mudah dimengerti yang dapat digunakan untuk memberikan ‘tantangan/challenge’ bagi karyawan untuk menjalankannya. Kemungkinan kesulitan yang dialami ditimbulkan oleh supervisor, manajer, rekan kerja, bawahan, atau diri sendiri.

    Alasan dibalik munculnya perilaku karyawan sulit sangatlah beragam tergantung dari masing-masing individu sendiri. Untuk mengetahui kemungkinan adanya permasalahan itu, Anda dapat menanyakan beberapa hal di bawah ini terhadap kondisi perusahaan Anda:
    · Apakah semua karyawan di perusahaan menyukai Anda?
    · Apakah semua staff berasal dari latar belakang ekonomi yang sama?
    · Apakah semua anggota tim berasal dari suku/etnis yang sama?
    · Apakah semua karyawan telah menikah? Lajang? Tinggal bersama pasangan?
    · Apakah semua anggota staff telah mengenyam pendidikan tinggi (sarjana)?
    [eworld-indonesia]


    Pertanyaan-pertanyaan di atas hanya menggambarkan sebagian kecil dari berbagai hal yang dapat membentuk karyawan sulit. Keragaman usia karyawan, kondisi karyawan di tempat kerja sebelumnya dan isu-isu di luar kerja juga dapat membuat permasalahan menjadi lebih kompleks.
    Hal yang juga perlu untuk dimengerti adalah bahwa sebagian besar karyawan sulit ini selalu memunculkan perilakunya karena perilaku ini memberikan konsekuensi yang baik di masa lalunya. Hal itu merupakan bentuk sederhana mengenai perilaku yang selalu berhasil mengatasi masalahnya selama ini. Seperti seorang anak yang menangis atau seekor anjing yang menggonggong yang diberi “reward” untuk menghentikan perilaku buruknya itu, banyak karyawan sulit yang menggunakan mekanisme seperti ini secara tidak disadari untuk mencapai tujuannya.

    Apa yang dapat seorang Manajer lakukan untuk menghadapi karyawan sulit?
    · Cari Fakta yang terjadi di lapangan. Hindari gosip, rumor, persepsi, atau berbagai informasi yang idak membenarkan. Yakinkan bahwa Anda memiliki bukti sendiri atau menerima informasi dari pihak yang tepat.

    · Buat Evaluasi dengan penuh pertimbangan terhadap fakta yang ada. Ketika telah mendapati seorang karyawan yang termasuk dalam kategori sulit, perkirakan status permasalahan tersebut terhadap situasi yang terjadi. Beberapa pertanyaan yang dapat membantu merumuskan hal ini antara lain: “Seberapa besar kerusakan operasional yang disebabkan oleh karyawan ini?”, “Apakah efek yang dirasakan oleh tim, akibat perilaku karyawan?”, “Seberapa besar kerugian produktivitas tim atau departemen yang diakibatkan oleh ketidakpatuhan karyawan?”. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini terkadang mempengaruhi jenis tindakan yang harus Anda ambil untuk memperbaiki situasi.

    · Buat Action-plan untuk memperbaiki situasi. Sebagai seorang manajer, Anda telah menguasai nilai-nilai perencanaan. Situasi ini juga tidak berbeda dengan perencanaan biasanya. Anda harus merencanakan waktu pelaksanaan tindakan, menentukan tempat untuk mempresentasikan permasalahan pada karyawan, serta menentukan apakah Anda membutuhkan kehadiran pihak lain untuk menyelesaikan masalah ini dengan karyawan yang bersangkutan.

    · Ambil Tindakan segera dengan waktu yang tepat. Hadapi permasalahannya, jangan dihindari. Hal ini mungkin akan membuat Anda merasa tidak enak, tapi ini adalah bagian dari tugas Anda. Permasalahan ini tidak akan dapat membaik dengan sendirinya, dan bahkan dapat menjadi lebih buruk apabila tidak segera diatasi.

    · Be Positive, Supportive and Persistent. Yang perlu diingat adalah tujuan Anda menghadapi masalah ini adalah untuk menciptakan solusi, bukan untuk ‘menang’. Fokuslah pada perilaku tidak sesuai, bukan pada individunya. Jadilah orang yang positif. Katakana pada karyawan apa yang Anda inginkan darinya.

    Karyawan sulit yang dikelola dengan baik dan sesuai biasanya akan menjadi pemain dalam tim yang produktif. Bila Anda menjalankan tips tindakan di atas atau yang sejenis, Anda akan memberikan kesempatan bagi Anda pribadi dan karyawan sulit tersebut untuk sukses. Walaupun demikian, tidaklah ada jaminan untuk sukses.
    Beberapa karyawan sulit sangat terikat dengan kebiasaannya atau memiliki permasalahan yang ekstrim dalam hidupnya sehingga bahkan tindakan manajemen yang paling terencana dengan baik pun tidak akan efektif.

    Satu-satunya rencana tindakan yang dijamin mengalami kegagalan adalah ‘tidak melakukan tindakan apapun’.

    Read More / Selanjutnya....

    Senin, Juli 20, 2009

    Trik dan Cara Menjadi Atasan yang Baik atau Hebat


    Setiap atasan mempunyai ciri khas masing-masing. Mereka juga mempunyai cara kerja dan gaya memimpin yang saling berbeda. Kendati beragam, namun atas-atasan yang baik dan berhasil dalam arti efektif memimpin unit kerjanya mencapai tujuan-tujuan organisasional umumnya mempunyai beberapa karakteristik yang sama.

    Salah satu sifat yang biasa ditemukan pada atasan yang berhasil adalah perhatiannya yang tinggi pada integritas pribadi, kejujuran, sikap yang fair, serta pada upaya untuk mengenal secara langsung lingkungannya, termasuk lingkungan kerjanya. Tak berarti bahwa mereka ingin bersahabat dengan karyawan atau bawahannnya, karena jarak memang selalu ada, tetapi ia juga tidak menutup pintu bagi dialog dengan mereka.
    Pertukaran informasi, terutama bila menyangkut pekerjaan, berlangsung lancar dan timbal-balik antara dirinya sebagai atasan dengan anak buah. Sebaliknya, mereka menuntut dari bawahannya sikap loyal dan pola kerja yang produktif. Keberhasilan mereka justru lantaran tuntutan ini seringkali memang dipenuhi oleh bawahannya.

    Apakah Anda ingin menjadi Atasan yang Baik..?


    Sebagai atasan jelas mereka harus tegas dalam membuat keputusan dan berhubungan dengan orang lain. Namun mereka juga bisa (atau telah belajar untuk) fleksibel. Pengalaman mengajarkan pada mereka bahwa situasi-situasi pelik yang diatasi secara tegas akan mendapat respek dari anak buah, walau kadangkala ketegasan ini berakibat negatif bagi diri bawahan yang bersangkutan.
    Dapat dikatakan pula bahwa atasan yang baik adalah mereka yang memiliki kualitas sebagai pemimpin, bukan hanya sebagai manajer.

    Sebagai pemimpin, sorot pandangan mereka adalah pada aktivitas perusahaan atau organisasi secara total; beda dengan manajer yang mungkin preoccupied dengan masalah-masalah teknis sektoral yang menyangkut unit kerja yang dibawahinya. Perbedaan lain, seorang manajer kerapkali terikat pada pedoman dan prinsip-prinsip teoritis yang diperolehnya dari buku sedang-kan seorang pemimpin lebih berani menguji gagasan-gagasan yang dikembangkannya sendiri berdasarkan pengamatannya terhadap lingkungan.

    Itulah kira-kira beberapa karakteristik dasar yang umumnya melekat pada para atasan yang oleh banyak pihak dinilai berhasil. Telah teramat banyak literatur mengenai manajemen dan kepemimpinan yang, langsung atau tidak, menunjang uraian di atas. Kaum praktisi pun umumnya setuju mengenai unsur-unsur apa yang berperan dan membentuk seseorang menjadi pemimpin yang baik.

    Dibentuk, Tidak Dilahirkan :
    Kalangan praktisi ini yang kerapkali mengemukakan bahwa seorang atasan yang baik pada dasarnya dibentuk oleh lingkungan dan pengalamannya. Tidak ada individu yang secara genetis dilahirkan untuk mampu menjadi atasan yang baik. Tentunya faktor kepribadianjuga berperan di sini, tetapi sebatas sebagai unsur yang menunjang performans seseorang sebagai atasan. Kepribadian seseorang bukanlah faktor yang m-nentukan keberhasilannya sebagai atasan. Yang lebih berperan adalah justru kemampuannya dalam menangani masalah dan lingkungannya, hal yang tentunya diasah melalui pengalaman.
    Pengalaman ini sendiri kiranya memperkaya kearifan (wisdom) dan kemampuan menilai (judgement) dalam menghadapi berbagai masalah.
    Ada pula yang berpendapat bahwa menjadi atasan pada dasarnya adalah suatu “seni”.

    Dalam konteks ini, maka inti dari peran sebagai atasan adalah untuk mengelola dan mempedulikan orang lain, terutama, tentunya, segenap bawahan. Memperhatikan bawahan tak berarti mengurusinya seperti layaknya pekerja sosial terhadap asuhannya. Yang dimaksud adalah menyadari bahwa unsur manusia dalam suatu usaha adalah faktor yang menentukan. Bagaimana mereka bereaksi terhadap kepemimpinan para atasan, patuh dan produktif atau antagonis dan destruktif, menentukan berhasil-tidaknya usaha tertentu.

    Untuk menjadi atasan yang baik maka harus ada kesiapan untuk mampu bekerja jauh lebih keras daripada bawahannya yang dipimpin.
    Memang terkadang, secara tidak sadar, ini dituntut oleh barisan karyawan, seolah-olah ingin melihat komitmen atasannya terhadap kemajuan perusahaan. Dengan menunjukkan kemampuannya untuk bekerja keras, bahkan lebih keras dari bawahannya, maka para atasan ini berhasil meraih rasa percaya dan respek karyawan yang dipimpinnya.
    Memperoleh respek dari bawahan, kolega atau lingkungan sosial di sekitarnya tak berarti sang boss adalah orang yang disenang, Disenangi berarti populer, sedangkan atasan yang baik tak selalu harus populer; cukup bila dihormati dan disegani.
    [eworld-indonesia]

    Loyalitas dan Keterbukaan :

    Keberhasilan seseorang sebagai atasan tergantung pula pada derajat loyalitas anak buahnya terhadap lembaga maupun dirinya.
    Untuk menumbuhkan rasa loyal ini tentunya mengandalkan terpenuhinya sejumlah syarat minima menyangkut aspek imbalan, iklim kerja, perhatian terhadap jenjang karir maupun kesejahteraan karyawan, dan penghargaan secara umum terhadap kehadiran sang karyawan sebagai faktor produktif dalam perusahaan.

    Perlu diingat bahwa pemenuhan satu aspek tak bisa digantikan sepenuhnya oleh aspek lain.
    Misalnya, jangan mengharap bahwa penghargaan yang memadai terhadap eksistensi karyawan atau keberhasilan memacu motivasi kerja mereka dapat mengganti tuntutan karyawan akan sistem imbalan yang wajar. Bagaimanapun, semua pekerja mengharapkan imbalan materi yang proporsional dengan kontribusinya kepada perusahaan. Ketidaksesuaian dalam hal ini dapat menimbulkan rasa tidak puas dan antipati yang bisa menghambat dan counter productive bagi kepentingan perusahaan secara umum.

    Strategi menghindari kemelut seperti ini adalah dengan mengupayakan keterbukaan arus informasi antara atasan dengan bawahan. Para aatasan yang berhasil tampaknya secara naluri menyadari bahwa tugasnya bakal lebih lacar pelaksanaannya bila dari dirinya ada keterbukaan dengan bawahannya.
    Sikap ini kiranya mengundangkan respon sejenis dari barisan yang dipimpinnya sehingga tumbuh iklim kerja orientasinya produktif dengan diwarnai rasa aman karyawan yang relatif tinggi. Selain itu, keterbukaan dalam tempat kerja memungkinkan pengidentifikasian masalah-masalah intern-organisasional secara dini, sehingga memungkinkan penanganan efektif oleh atasan.
    Toh, sifat tangkas menyelesaikan masalah juga merupakan ciri atasan yang baik.
    Loyalitas bawahan juga dapat tumbuh melalui keterbukaan yang konsisten oleh perusahaan di saat baik maupun buruk. Keterbukaan saat perusahaan sedang “lancar” usahanya berarti karyawan menjadi bagian dari keberhasilan itu, termasuk dalam segi perolehan mated. Sebaliknya, keterbukaan kala usaha sedang “seret” kerapkali menimbulkan pengertian akan kesulitan yang sedang dihadapi perusahaan.
    Tak jarang pengertian ini memunculkan sikap sedia berkorban oleh karyawan karena mereka ingat akan perlakuan baik dari perusahaan sewaktu perusahaan sedang maju.
    Ada kemungkinan bahwa justru sikap rela “berkorban” ini yang kelak menjadi topangan bagi proses pemulihan perusahaan. Tentunya ini suatu petunjuk loyalitas yang amat membesarkan hati atasan mana pun juga. Ini jelas lebih menarik ketimbang mendapati anak buah yang sepertinya siap hengkang pada ancaman pertama yang mengintai perusahaan.

    Dapat disimpulkan bahwa atasan yang baik adalah atasan yang tak saja pandai memecahkan aneka masalah tetapi juga cakap dalam mencegah timbulnya masalah. Kecakapan ini tak pelak amat tergantung pada iklim kerja yang dibinanya di tempat kerja serta sikap yang ditunjukkan oleh bawahannya. Ketegasan dalam memimpin, sikap menghargai dan fair dalam menghadapi bawahan, serta terbuka dan koriiunikatif, merupakan hal-hal yang dapat memotivasi bawahan untuk lebih produktif. Loyalitas pun bakal tumbuh subur di atas dasar ini. Tergantung para atasan, sejauh mana uraian seperti ini bisa dite-rapkan di tempat kerja masing-masing.

    KUNCI ATASAN YANG BAIK
    Ingin jadi atasan yang lebih baik? Cobalah petunjuk berikut ini :

    1. Tegas :
    Atasan yang penuh ragu dalam menghadapi masalah membuat bawahannya menajadi cemas. Jangan menentang permasalahan tetapi cobalah mengatasinya. Beri petunjuk penugasan yang jelas. impulsive dalam keputusan. Dan selalu harus rasional, logis dan obyektif.

    2. Tindak lanjut :
    Ucapan harus dilanjutkan dengan tindak nyata. Instruksi harus diikuti secara konsisten oleh aksi lanjutan, apakah itu pemantauan, supervisi, ataupun pengendalian. Sebaliknya, jangan menjanjikan hal-hal yang tidak bisa dipenuhi. Itu hanya akan menurunkan “bobot” sebagai atasan di mata bawahannya maupun boss lain.

    3. Jangan berlindung di balik kebijakan :
    Keputusan-keputusan harus ada dasar rasionalnya.
    Kalau sekedar mengatakan. “…..ini sudah menajdi kebijakan”, maka boleh jadi kebijakan itu patut dipertanyakan bila tidak mencerminkan kenyataan yang ada.

    4. Kritik dan pujian harus proporsional :
    Sebaiknya kritik tidak dilakukan di depan umum kecuali memang ada alasannya untuk demikian. Jangan pelit dengan pujian bila ada bawahan yang memang patut memperolehnya.

    5. Partisipatoris :
    Jangan melahirkan keputusan tanpa konsultasi atau melibatkan orang lain. Dukungan hanya bisa diperoleh bila ada pihak-pihak lain yang terlibat dan dilibatkan.

    6. Jangan berlebih ( Jangan Lebai ) :
    Jangan membuat jarak dengan bawahan melalui penciptaan perangkat-perangkat yang menonjolkan status sebagai atasan. Kewibawaan toh tidak diperoleh dari situ. Atasan akan lebih efektif (baca : baik) bila bawahannya mempersepsikan sang atasan sebagai orang yang memikirkan dan memperjuangkan kepentingan bawahan juga.

    Dalam hal ini menjadi Atasan ada berbagai macam cara :

    1. Instant ;
    Karena memang dibutuhkan seorang atasan dan anda masuk ke posisi atau lingkungan tersebut secara instant karena melamar pekerjaan tersebut.

    2. Referensi ;
    Anda mempunyai rekan kerja dalam satu kantor atau lain dalam hal ada koneksi dan dipandang oleh mereka anda mampu. Maka anda direferensikan kantor atau tempat kerja yang lain untuk anda pimpin.

    3. Promosi ;
    Hal yang ketiga inilah yang paling hebat dimana kinerja kita di pandang baik sehingga dipromosikan menjadi seorang atasan, dalam lingkungan kerja tersebut.
    Karena hal inilah yang menjadikan seorang pemimpin atau atasan yang menjadi sangat baik, dimana pernah mengalami sebagi seorang bawahan yang tentunya paham sekali seluk beluk kemelut bawahan.
    Read More / Selanjutnya....

    Jumat, Juli 17, 2009

    MEMBINA HUBUNGAN KERJA, Duty Relation

    hubungan kerja
    Contoh Kasus sebut saja Antonius adalah karyawan perusahaan swasta (Teman saya), merasa tidak nyaman dengan kondisi tempatnya bekerja. Iklim perusahan di sana membuatnya tersiksa karena dia merasa tidak diperhatikan oleh rekan kerja maupun atasannya. Apa yang menjadi keinginannya seperti dihambat oleh rekan kerja maupun atasannya sendiri. Sebagai seorang individu bebas, Anton merasa dihambat perkembangan pikir dan idenya. Apa yang terjadi pada Anton bisa saja terjadi pada karyawan lain di perusahaan lain. Hal ini memang bukan hal baru tetapi jika tetap diteruskan tanpa pernah berusaha menyelesaikan yang terjadi maka perusahaan menjadi tempat yang mengerikan bagi karyawannya. Lalu sebaiknya apa yang dapat dilakukan agar sebagai karyawan kita dapat merasa nyaman di tempatnya bekerja?

    Apa yang dimaksud dengan membina hubungan kerja?

    Mekanisme kerja yang terjadi di dalam suatu perusahaan meliputi relasi antara atasan-bawahan dan antar bawahan atau sesama rekan kerja. Relasi atau hubungan kerja ini bukanlah hubungan yang berbasis “kekuasaan” melainkan hubungan yang bertumpu pada konsep mekanisme kerja yang saling menguntungkan. Adakalanya seorang atasan hanya ingin mendengar apa yang ingin dia dengar. Hal ini tidak dapat menciptakan hubungan kerja yang baik. Yang terjadi adalah perusahaan semakin keropos dan hubungan kerja menjadi tidak menyenangkan. Sebaliknya, bila sikap didasarkan pada kepercayaan, penghargaan dan pengakuan kompetensi, pimpinan seperti ini akan memotivasi bawahan untuk kelangsungan ‘inisiatif’ dan kreativitas bawahannya sehingga akan memicu berkembangnya profesionalisme, karena ia sadar bahwa perannya sebagai pendorong, fasilitator dan katalisator
    Lalu hubungan kerja positif itu yang bagaimana?
    Hubungan kerja yang baik dan ideal tentunya menjadi harapan dan keinginan setiap perusahaan. Hal ini bukan berarti tidak mungkin tercapai sama sekali. Pada prinsipnya, sebuah relasi atau hubungan selalu bertumpu bagaimana kita bisa menyampaikan apa yang kita inginkan dengan tepat dan pesan tersebut dapat dipahami dengan tepat pula. Konsep atasan-bawahan maupun antar bawahan atau karyawan bertumpu pada hal tersebut. Jadi bagaimana kita dapat membangun komunikasi yang efektif disertai dengan kritik yang efektif pula. Karena kebutuhan akan kritik sama pentingnya dengan komunikasi yang efektif. Tinggal bagaimana kita menyampaikan kritik tersebut.
    Kritik yang efektif. Apakah itu?
    Perlu diingat dan diperhatikan. Mengkritik bukan berarti mencela. Dengan tujuan untuk saling mengisi kelemahan dan kelebihan masing-masing maka kritik menjadi harapan terjadinya perubahan. Dalam hal ini kritik menjadi masukan yang positif bukannya tantangan bahkan rongrongan terhadap kewibawderung tidak realistis. Falsafah yang mereka anut adalah ‘Semuanya dapat lebih baik’. Jadi walaupun seseorang sudah melaksanakan pekerjaan mereka semaksimal mungkin, bagi tipe perfeksionis mereka belum menghasilkan apapun. Bahkan pujian dan sanjungan dari orang lain tidak pernah berpengaruh apapun bagi tipe ini. - Tipe kaku. Apapun perubahan yang terjadi tidak akan membuat orang dengan tipe ini senang. Mereka yan bertipe kaku cenderung mencintai status quo. Bagi mereka, peruabahan adalah negatif dengan demikian selalu ada alasan untuk menentang perubahan. Mereka bangga mengatakan ‘Saya lebih suka dengan cara lama’. Parahnya, ketika mereka menemukan perubahan tertentu yang potensial dapat mengancamnya maka tipe kaku ini akan mencoba mensabotase. - Tipe bukan pekerjaan saya. Orang dengan karakter ini akan menolak melakukan pekerjaan walaupun sederhana jika mereka telah memutuskan bahwa pekerjaan itu bukan bagian dari tanggung jawabnya. Rumus yang mereka pegang adalah ‘Ini tidak ada dalam job description saya’ - Tipe tidak peduli. Orang dengan karakter ini tidak menganggap serius pekerjaannya dan sering menempatkan timnya dalam situasi sulit. Pekerjaan merupakan prioritas terakhir yang penting bagaimana caranya agar ada waktu lebih untuk urusan pribadinya atau hal-hal yang disukainya. Bagi mereka ‘Itu dapat menunggu’.Jadi apa kaitan mengerti tipe atau karakter rekan kerja dengan hubungan kerja positif?
    Hubungan kerja positif didasarkan bagaimana kita dapat menyampaikan apa maksud kita dengan tepat, dan si penerima maksud mengerti dengan apa yang kita maksudkan. Dengan demikian kita akan mendapat respon yang positif atas apa yang kita sampaikan. Mengerti tipe orang yang berhubungan dengan kita akan memudahkan kita menyampaikan maksud kita. Jangan sampai apa yang kita sampaikan menjadi bahan ‘pertengkaran’ yang menumbuhkan iklim tidak sehat di dalam perusahaan yang menjadi pemicu terjadinyahubungan kerja yang tidak sehat.
    [eworld-indonesia]

    Bagaimana tips membina hubungan kerja positif?
    Membina hubungan kerja antar karyawan. Perlu diingat, sebuah hubungan yang tanpa masalah tidak menjamin telah terjalin hubungan kerja yang positif. Kuncinya, perlu ada pemahaman bahwa memang ada masalah. Intinya adalah diperlukan kesepakatan persepsi. Semakin besar kesamaan persepsi, semakin langgenglah hubungan kerja, semakin puaslah karyawan dengan hubungan mereka. Jika mereka merasa bahwa rekan kerjanya semakin menghargai dan memahami perasaannya, maka mereka semakin merasa menjalani komunikasi yang terbuka dan positif. Kesamaan persepsi perlu dibangun sejak awal hubungan. Karena itu periode perkenalan ikut menentukan kadar kesamaan persepsi. Meskipun begitu, penyamaan persepsi juga bisa diperbarui terus selama masa hubungan kerja. Membina hubungan kerja atasan-bawahan Hubungan kerja positif atasan-bawahan memang tidak semudah hubungan kerja antar rekan kerja. Intinya tetap berpijak pada komunikasi efektif.

    Setidaknya ada beberapa tips yang dapat dicoba untuk membina hubungan kerja positif atasan-bawahan. - jangan mencoba mengubah perilaku atasan. Jadi bawahan yang menyesuaikan perilaku dengan atasan. - hindari pendapat bahwa anda tahu pasti tujuan-tujuan atasan. Jika memang ada yang tidak dimengerti akan lebih baik jika ditanyakan langsung dan catat semua hal yang tidak konsisten (menurut anda) - pemastian prioritas antara atasan-bawahan. - jangan mudah merajuk atau ngambek - cobalah untuk mencari tahu apa dan bagaimana tipe atasan. Selidiki dengan pasti saat dan cara terbaik untuk menyampaikan pendapat dan kritik pada atasan. - jangan putus asa ketika gagasan kita tidak sesuai dengan atasan. Cobalah untuk melihat dari sudut pandangan atasan.

    Sebelumnya perlu diperhatikan bagaimana karakter rekan kerja ataupun atasan kita. Ada beberapa tipe : - tipe lokomotif. Mereka termasuk orang yangmenggebu-gebu dalam mengekspresikan keingian terhadap orang lain. Biasanya mereka sering mengucapkan ‘Saya ingin ini dikerjakan dan selesai sebelum jam sekian, tidak ada tawar menawar lagi’. Tipe ini berpotensi menjadi tiran, otokratis dan diktator. - Perfeksionis. Standar kerja tipe ini cenderung tidak realistis. Falsafah yang mereka anut adalah ‘Semuanya dapat lebih baik’. Jadi walaupun seseorang sudah melaksanakan pekerjaan mereka semaksimal mungkin, bagi tipe perfeksionis mereka belum menghasilkan apapun. Bahkan pujian dan sanjungan dari orang lain tidak pernah berpengaruh apapun bagi tipe ini. - Tipe kaku. Apapun perubahan yang terjadi tidak akan membuat orang dengan tipe ini senang. Mereka yan bertipe kaku cenderung mencintai status quo. Bagi mereka, peruabahan adalah negatif dengan demikian selalu ada alasan untuk menentang perubahan. Mereka bangga mengatakan ‘Saya lebih suka dengan cara lama’. Parahnya, ketika mereka menemukan perubahan tertentu yang potensial dapat mengancamnya maka tipe kaku ini akan mencoba mensabotase. - Tipe bukan pekerjaan saya. Orang dengan karakter ini akan menolak melakukan pekerjaan walaupun sederhana jika mereka telah memutuskan bahwa pekerjaan itu bukan bagian dari tanggung jawabnya. Rumus yang mereka pegang adalah ‘Ini tidak ada dalam job description saya’ - Tipe tidak peduli. Orang dengan karakter ini tidak menganggap serius pekerjaannya dan sering menempatkan timnya dalam situasi sulit. Pekerjaan merupakan prioritas terakhir yang penting bagaimana caranya agar ada waktu lebih untuk urusan pribadinya atau hal-hal yang disukainya. Bagi mereka ‘Itu dapat menunggu’.
    Jadi apa kaitan mengerti tipe atau karakter rekan kerja dengan hubungan kerja positif?

    Hubungan kerja positif didasarkan bagaimana kita dapat menyampaikan apa maksud kita dengan tepat, dan si penerima maksud mengerti dengan apa yang kita maksudkan. Dengan demikian kita akan mendapat respon yang positif atas apa yang kita sampaikan. Mengerti tipe orang yang berhubungan dengan kita akan memudahkan kita menyampaikan maksud kita. Jangan sampai apa yang kita sampaikan menjadi bahan ‘pertengkaran’ yang menumbuhkan iklim tidak sehat di dalam perusahaan yang menjadi pemicu terjadinyahubungan kerja yang tidak sehat.
    [eworld-indonesia]

    Bagaimana tips membina hubungan kerja positif?
    Membina hubungan kerja antar karyawan. Perlu diingat, sebuah hubungan yang tanpa masalah tidak menjamin telah terjalin hubungan kerja yang positif. Kuncinya, perlu ada pemahaman bahwa memang ada masalah. Intinya adalah diperlukan kesepakatan persepsi. Semakin besar kesamaan persepsi, semakin langgenglah hubungan kerja, semakin puaslah karyawan dengan hubungan mereka. Jika mereka merasa bahwa rekan kerjanya semakin menghargai dan memahami perasaannya, maka mereka semakin merasa menjalani komunikasi yang terbuka dan positif. Kesamaan persepsi perlu dibangun sejak awal hubungan. Karena itu periode perkenalan ikut menentukan kadar kesamaan persepsi. Meskipun begitu, penyamaan persepsi juga bisa diperbarui terus selama masa hubungan kerja. Membina hubungan kerja atasan-bawahan Hubungan kerja positif atasan-bawahan memang tidak semudah hubungan kerja antar rekan kerja. Intinya tetap berpijak pada komunikasi efektif. Setidaknya ada beberapa tips yang dapat dicoba untuk membina hubungan kerja positif atasan-bawahan. - jangan mencoba mengubah perilaku atasan.
    Jadi bawahan yang menyesuaikan perilaku dengan atasan. - hindari pendapat bahwa anda tahu pasti tujuan-tujuan atasan. Jika memang ada yang tidak dimengerti akan lebih baik jika ditanyakan langsung dan catat semua hal yang tidak konsisten (menurut anda) - pemastian prioritas antara atasan-bawahan. - jangan mudah merajuk atau ngambek - cobalah untuk mencari tahu apa dan bagaimana tipe atasan.
    Selidiki dengan pasti saat dan cara terbaik untuk menyampaikan pendapat dan kritik pada atasan. - jangan putus asa ketika gagasan kita tidak sesuai dengan atasan. Cobalah untuk melihat dari sudut pandangan atasan.

    Read More / Selanjutnya....

    Komentar posting Santai Disini yuk ... !!! Terima Kasih.

    Posting terkini