Tampilkan postingan dengan label hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hati. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Oktober 10, 2009

Curi Hati Pasangan Anda

Curi Hati
Kesibukan kerja yang padat menjadikan waktu berkualitas yang harus tetap terjaga antara Anda dan pasangan berkurang, bahkan tak ada sama sekali. Jika sudah demikian, tegangan tinggi pun akan mewarnai kehidupan sehari-hari dalam suatu hubungan yang terjalin. Bahkan rumah pun jadi tempat beradu argumen.

Hasilnya? Tentu hubungan Anda akan berjalan tak harmonis. Nah, berikut ini sejumlah tips yang bisa Anda lakukan dalam melakukan aksi mencuri waktu si dia:

1. CARI TAHU JADWALNYA
Terkadang, jika sibuk Anda tak peduli lagi terhadap jadwal keseharian yang dimiliki pasangan. Kenali dan hafalkan kegiatan pasangan setiap harinya. Sandingkan dengan jadwal Anda. Lalu, cobalah mencari kegiatan yang sama, misalnya olahraga bersama atau bertemu klien di mal atau kafe yang sama sambil makan siang, sehingga Anda bisa tetap hangat bertemu dengannya. Buatlah janji-janji kecil dengannya di tengah kesibukan Anda untuk bersua di luar kantor.

2. "JUST ONLY BOTH OF YOU", Dating Berdua.
Buatlah jadwal sesekali untuk meluangkan kegiatan berdua, seperti makan malam bersama di rumah, masaklah makanan spesial kesukaannya. Bila ingin meringkas waktu lagi, bertemulah untuk makan malam berdua sepulang kantor atau di tengah aktivitas, di sebuah restoran yang penuh kenangan bagi Anda berdua.

3. CUTI BERSAMA
Buatlah cuti bersama di suatu waktu. Aturlah jadwal yang cocok bagi Anda berdua. Tak perlu cuti terlalu lama, cukup luangkan 1-2 hari saja untuk melepas stres. Jika bisa cuti lebih lama, memang akan lebih baik untuk Anda berdua. Cari tempat yang romantis bagi anda berdua.

4. NGOPI YUK!
Pekerjaan yang menumpuk dan urusan klien yang belum beres hingga malam hari sering membuat Anda kehilangan waktu untuk diri sendiri. Maksimalkan waktu untuk bisa bertemu dengannya di kafe-kafe atau tempat ngopi. Gunakan untuk saling bercerita kisah sepanjang hari itu secara ringan. Jangan sesekali membicarakan masalah berat di saat-saat seperti ini karena dapat merusak suasana dan mood santai yang terbangun di antara Anda berdua.

5. SEMOBIL BERDUA atau SEMOTOR
Bila kebetulan jarak antara kantor Anda dan si dia berdekatan atau searah, mengapa Anda tak memanfaatkan waktu berangkat ke kantor bersama-sama, begitu juga sepulang dari kantor?
Gunakan kesempatan ini untuk berbincang-bincang sejenak mengenai hal-hal yang ringan. Ciptakan suasana santai dan menyegarkan melalui topik-topik menarik dari pembicaraan Anda.
Dan dengan semotor atau berboncengan akan lebih erat terjalinnya emosional anda dengan berpegangan erat di lingkar pingang pasangan anda dari pasangan si pengemudi tersebut.

6. CHATTING
Gunakan sebentar waktu makan siang Anda untuk ngobrol bersama pasangan dengan menggunakan sarana chatting di internet. Cukup 5-10 menit, lalu lanjutkan aktivitas makan siang Anda bersama klien atau rekan kerja.
Nah, sudah siapkah Anda menjadi "pencuri" hati yang ulung? Selamat mencoba!



Sumber:kompas


Read More / Selanjutnya....

Minggu, September 06, 2009

Supaya Tak Lagi Sakit Hati

Di dalam suatu hubungan, rasa sakit hati memang tak dapat dihindari. Dan rasa sakit hati ini terjadi pada bentuk komunikasi yang tak sempurna. Sakit hati yang menumpuk, suatu saat akan meledak menjadi kemarahan. Memiliki perasaan marah menunjukkan bahwa perasaan Anda telah disakiti dan harus segera dicari penyelesaiannya. Berikut ini beberapa saran untuk mengekspresikan kemarahan Anda secara pantas kepada pasangan:

1. MENGAMATI
Teliti, apakah kemarahan, rasa tersinggung, atau sakit hati Anda saat ini bertambah besar. Berapa lama Anda menyimpan perasaan yang mengganggu ini? Jika Anda marah kepada pasangan karena ia keluar malam bersama teman-temannya, mungkin masalah sebenarnya bukanlah itu, melainkan bagaimana Si Dia memberikan perhatiannya kepada Anda.

2. BERANI
Belajarlah untuk dapat bersikap berani. Jika Anda merasa sangat mudah terintimidasi, tuliskan perasaan Anda dan tunjukkan kepada pasangan.

3. JANGAN MENYALAHKAN
Jangan membuat pernyataan yang menyalahkan! Sebagian besar orang selalu memulai dengan pertanyaan yang paling merusak seperti, "Siapa yang benar dan siapa yang salah?" Kenyataannya, sebagian besar ketidaksepahaman didasari oleh interpretasi yang datang dari pengalaman pribadi, bukan karena kebenaran yang memang sudah terbukti.

4. MENDENGARKAN
Satu-satunya cara terbaik untuk mengatasi konflik adalah dengan menjadi pendengar yang baik untuk pihak lain. Sebagian besar orang hanya ingin didengar saja, dan hal ini merupakan bentuk dasar dari perasaan ingin diakui. Seringkali, solusi terjadi justru dari apa yang dibicarakan.

5. MENGUNGKAPKAN
Biarkan Si Dia mengutarakan perasaan sakit hatinya atau kesedihannya. Hal ini sangat baik karena bila tidak diungkapkan, perasaan marah dan sedihnya akan menumpuk dan membentuk dinding antara dirinya dengan Anda.

6. MENGAKUI
Bertanggung jawablah atas segala masalah yang Anda ciptakan, mau mengakuinya. Tanyakan pada diri Anda sendiri, "Bagaimana tindakan dan perkataan saya bisa mendukung terciptanya situasi seperti ini?"

7. TANGUNG JAWAB
Inilah langkah terakhir yang paling sulit dilakukan. Cari tahu, apa yang membuat situasi menjadi lebih baik di masa depan, dan apa yang dapat membuat situasi yang merusak tidak muncul lagi. Katakan pada pasangan, apa yang Anda perlukan darinya agar semuanya bisa menjadi lebih baik. Anda juga perlu bertanggung jawab atas apa yang perlu diperbaiki saat ini. Apakah hanya mendengar atau meminta maaf? Semua orang seringkali melupakan kedua hal itu

Sumber : Kompas
Read More / Selanjutnya....

Komentar posting Santai Disini yuk ... !!! Terima Kasih.

Posting terkini